LEBAK — BPBD Kabupaten Lebak mencatat kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat seiring meluasnya dampak kekeringan. Hingga saat ini, total permintaan yang masuk mencapai 713.705 liter untuk 15.511 KK atau 62.057 jiwa, jauh lebih besar dari kapasitas distribusi yang sudah direalisasikan.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan pihaknya menjadwalkan pendistribusian air bersih setiap hari. "Kami minta masyarakat yang belum disalurkan air bersih agar bersabar akibat keterbatasan kendaraan," katanya di Lebak, Rabu (19/8/2026).
Lima belas kecamatan yang menjadi prioritas penyaluran antara lain Sajira, Curugbitung, Wanasalam, Cilograng, Cileles, dan Gunungkencana. Selain itu, pendistribusian juga menjangkau Kecamatan Leuwidamar, Panggarangan, Cijaku, Warunggunung, Cimarga, Rangkasbitung, Cirinten, dan Cihara.
Dalam operasi bantuan ini, BPBD tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng Brigif 14 Mandala Yudha, PMI, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) untuk memastikan pasokan air sampai ke titik-titik yang paling membutuhkan.
Di Kecamatan Warunggunung, warga mengaku lega setelah truk tangki BPBD tiba. Sueb, seorang warga setempat, mengatakan air yang disalurkan cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) keluarganya selama tiga hari ke depan.
"Kami berharap penyaluran air bersih bisa dilakukan setiap pekan dua kali pendistribusian air bersih ke sini," ujar Sueb.
Sukanta menyebutkan angka permintaan yang mencapai 713.705 liter menunjukkan potensi kekeringan masih akan meluas. Pihaknya terus melakukan asesmen ke desa-desa yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di wilayah selatan Lebak yang sering menjadi langganan kekeringan saat puncak musim kemarau.
BPBD mengimbau warga yang belum terjangkau untuk melapor melalui pemerintah desa atau kecamatan setempat agar penjadwalan distribusi bisa dilakukan secara merata. Keterbatasan armada menjadi kendala utama, sehingga skala prioritas diberikan kepada wilayah dengan akses air paling kritis.