TANGERANG — Ajang dua tahunan yang mempertemukan karya inovator dari delapan kabupaten/kota se-Banten itu resmi ditutup Rabu (3/9/2026). Selain memamerkan teknologi tepat guna, kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi duta Banten untuk kompetisi tingkat nasional.
Kota Cilegon memastikan diri sebagai yang terbaik setelah mengumpulkan poin terbanyak dari tiga kategori yang diperlombakan. Posisi juara umum ini sekaligus mematahkan dominasi tuan rumah yang tahun ini diwakili Kabupaten Tangerang.
Salah satu kunci sukses Cilegon adalah keberhasilan Muhammad Alfa Rifal, inovator muda asal kota tersebut, yang meraih Juara 1 kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna. Karyanya, ECOVAPE Wood, merupakan material kayu sintetis ramah lingkungan yang diolah dari limbah jerami pertanian.
Gubernur Banten Andra Soni secara khusus menyebut karya ini saat menutup acara. Ia menilai inovasi anak muda Cilegon itu menarik karena mampu mengubah bahan yang selama ini dianggap sisa panen menjadi produk bernilai ekonomi. "Ada beberapa yang menarik bagi saya, salah satunya pemanfaatan jerami menjadi kayu sintetis dari anak-anak muda Cilegon. Insya Allah nanti bisa dikembangkan," ujarnya.
Tidak seperti kayu konvensional yang ditebang dari hutan, material sintetis ini memanfaatkan limbah pertanian yang melimpah. Proses pengolahannya dirancang untuk menghasilkan material menyerupai kayu solid, sehingga bisa menjadi alternatif bahan baku furniture atau konstruksi ringan.
Andra Soni menambahkan, pengembangan teknologi tepat guna tidak boleh berhenti di meja juri. "Saya berharap kegiatan ini ke depan lebih serius, lebih meriah, dan melibatkan lebih banyak teknologi tepat guna karya masyarakat desa kita," katanya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Gelar TTG Banten 2026 mempertandingkan tiga kategori, yakni Inovasi Teknologi Tepat Guna, Produk Unggulan, dan Posyantek Berprestasi. Berikut hasil lengkapnya:
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Yayat Rohiman, menegaskan bahwa kompetisi ini memiliki tindak lanjut konkret. "Nanti pemenang ini akan menjadi duta Banten untuk melangkah ke tingkat nasional," jelasnya saat penutupan.
Penutupan acara turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja serta jajaran pejabat daerah dan para inovator dari seluruh wilayah Banten. Gubernur Andra Soni berpesan agar inovasi yang lahir dari akar rumput ini mendapat pendampingan berkelanjutan, sehingga solusi yang diciptakan benar-benar berdampak bagi kehidupan warga, bukan hanya sekadar memenangi piala. Dengan berakhirnya ajang di Kabupaten Tangerang, seluruh perhatian kini tertuju pada kemampuan para juara membawa nama Banten di kancah nasional.