Pencarian

75.000 Pelamar Berebut Kurang dari 1.000 Kursi Petugas Haji 2027, Tes Tak Lagi Wajib ke Jakarta

Kamis, 03 September 2026 • 21:27:01 WIB
75.000 Pelamar Berebut Kurang dari 1.000 Kursi Petugas Haji 2027, Tes Tak Lagi Wajib ke Jakarta
Sebanyak 75.000 pendaftar bersaing memperebutkan kurang dari 1.000 kursi petugas haji pada seleksi PPIH 2027 di Asrama Haji Grand El Hajj, Tangerang, Kamis (3/9/2026).

TANGERANG — Ketatnya seleksi petugas haji tahun ini terlihat dari rasio persaingan yang ekstrem. Dari 75.000 pendaftar yang tercatat hingga masa pendaftaran ditutup, pemerintah hanya menyediakan kuota kurang dari 1.000 petugas. Konsekuensinya, proses penyaringan harus berlapis dan tidak bisa lagi dilakukan asal-asalan.

"Nah, sampai dengan harikan sudah ditutup dan itu yang daftar tuh ada 75.000 orang. Nanti yang akan diterima enggak sampai 1.000-an petugas haji," kata Dahnil di Asrama Haji Grand El Hajj, Cipondoh, Tangerang, Kamis (3/9/2026).

Perubahan Besar: Tes di Daerah, Tak Perlu ke Jakarta

Salah satu perubahan paling signifikan dalam rekrutmen PPIH kali ini adalah sistem ujian yang terdesentralisasi. Sebelumnya, calon petugas haji dari berbagai daerah diwajibkan mengikuti tes terpusat di Jakarta, sebuah proses yang memakan biaya dan waktu.

"Nah, kita kerja sama dengan BKN. Jadi, banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Di setiap daerah, bila dahulu itu tesnya harus ke Jakarta, tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing bekerja sama dengan BKN," ujar Dahnil.

Kebijakan ini langsung dirasakan calon petugas Tenaga Kesehatan (Nakes). Sebanyak 3.220 calon PPIH dari unsur nakes diketahui telah menjalani ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) pada Senin (31/8/2026) secara serentak di 36 titik lokasi BKN di seluruh Indonesia.

Empat Tahap Seleksi: Dari Berkas hingga Diklat 30 Hari

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan dan Rekrutmen Petugas Haji Kementerian Agama, Ihsan Faisal, menjelaskan skema penyaringan kini mengadopsi empat tahapan utama. Proses tersebut berlapis dan saling eliminasi, dirancang untuk menjaring petugas yang benar-benar siap secara administratif, intelektual, dan fisik.

Rangkaian seleksi diawali dengan verifikasi administrasi dan dokumen, kemudian dilanjutkan ujian CAT berbasis komputer. Peserta yang lolos pada dua tahap awal tidak otomatis aman—mereka masih harus melewati evaluasi hasil Medical Check-Up (MCU) yang menyeluruh sebelum berhak mengikuti tahap akhir.

Hasil ujian CAT untuk gelombang nakes dijadwalkan diumumkan pada 1 September. Setelah itu, peserta yang lolos melanjutkan proses MCU yang berlangsung pada 3 hingga 8 September. Hasil MCU tersebut nantinya diverifikasi dan divalidasi kembali untuk menetapkan calon peserta yang berhak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH.

"Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani," tegas Ihsan.

Diklat Intensif Satu Bulan Penuh

Tahap akhir yang paling menentukan adalah Diklat PPIH yang digelar intensif selama 30 hari penuh. Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk menguji kesiapan fisik, tetapi juga ketahanan mental serta pemahaman tata kelola pelayanan jemaah selama di Arab Saudi.

Waktu satu bulan dianggap penting untuk membekali calon petugas menghadapi kompleksitas operasional haji, terutama dalam melayani jemaah lanjut usia yang setiap tahun mendominasi keberangkatan.

Formasi Empat Petugas per Kloter

Proses seleksi yang panjang ini bertujuan memenuhi formasi ideal di setiap kelompok terbang (kloter). Sesuai regulasi terbaru, satu kloter keberangkatan akan didampingi oleh empat orang PPIH dengan pembagian tugas spesifik.

"Untuk petugas kesehatan di kloter ada dua orang, biasanya terdiri dari satu dokter dan satu perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah, jadi total ada empat orang petugas dalam satu kloter," jelas Ihsan.

Saat ini, proses seleksi tengah berada pada masa pemberkasan setelah ujian CAT. Rangkaian panjang ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menjadikan petugas haji sebagai garda terdepan pelayanan jemaah di Tanah Suci.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks