Pemprov Banten menargetkan 87 keluarga penerima manfaat dalam program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini, dengan fokus utama mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Sebanyak 21 unit rumah dari total target tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Pandeglang, dan sebagian sudah diserahkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni kepada tiga keluarga di Kecamatan Kaduhejo.
SERANG — Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten Rahmat Rogianto mengungkapkan bahwa program renovasi RTLH tahun ini menyasar masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Prioritas utama diberikan kepada warga yang tercatat dalam data kemiskinan ekstrem.
"Program ini memprioritaskan masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem," ujarnya di Serang, Kamis.
Dari total 87 penerima manfaat yang ditargetkan, sebanyak 21 unit rumah renovasi disalurkan di wilayah Kabupaten Pandeglang. Gubernur Banten Andra Soni telah meninjau dan menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada tiga keluarga kurang mampu di Kecamatan Kaduhejo.
Skema Bantuan: Rumah Modular Tipe 36 Dilengkapi Dua Kamar Tidur
Bantuan renovasi RTLH yang disalurkan tidak berbentuk perbaikan parsial, melainkan pembangunan total menggunakan tipe rumah modular berstandar khusus. Setiap unit hunian dibangun dengan luas 36 meter persegi.
Rumah tersebut dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang didukung akses air bersih.
"Kita menggunakan tipe rumah modular dengan komponen yang berstandar, sehingga pembangunan lebih efisien," papar Rahmat Rogianto.
Gubernur Banten Janji Lanjutkan Program Bedah Rumah Secara Berkelanjutan
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program kerakyatan yang berdampak langsung pada taraf hidup masyarakat. Ia menyebut realisasi bedah rumah ini tidak terlepas dari sinergi dan masukan berbagai pihak di tingkat akar rumput.
"Ke depan, program seperti ini akan terus kita tingkatkan secara berkelanjutan, baik oleh Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota maupun pemangku kepentingan lainnya," tegasnya.
Masukan dari tokoh masyarakat, ketua RW, hingga pemuda setempat menjadi salah satu kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Pemprov Banten berharap program ini mampu menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah provinsi.