SERANG — Sebanyak 12.128 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 yang digelar serentak di berbagai daerah. Pembukaan berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa (1/9/2026), dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia turut hadir dalam seremoni kick-off tersebut. Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi Semester II 2026 dan arahan Presiden untuk menekan kesenjangan keterampilan di pasar kerja.
Airlangga Soroti Kebutuhan 2,7 Juta Talenta Digital
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelatihan vokasi menjadi instrumen penting untuk menjawab kebutuhan talenta yang terus berkembang, khususnya di sektor digital dan ekonomi hijau.
“Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujarnya dalam sambutan.
Airlangga memproyeksikan kebutuhan talenta digital mencapai 2,7 juta orang pada 2030. Di sisi lain, sektor energi terbarukan turut melahirkan profesi baru seperti teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga tenaga smart farming.
“Jadi ini adalah salah satu yang didorong oleh Bapak Presiden, sehingga retraining dan reskilling di dua sektor unggulan ini menjadi sangat penting,” katanya.
Target 340.000 Peserta Sepanjang 2026
Kemnaker memperkuat ekosistem pelatihan dengan melibatkan 21 UPTP BPVP, 13 Satuan Layanan Pelatihan, serta 286 UPTD BLK di seluruh Indonesia. Pada 2026, Pelatihan Vokasi Nasional menargetkan 340.000 peserta, terdiri atas 70.000 peserta melalui alokasi APBN dan 270.000 peserta tambahan dari program stimulus ekonomi.
Sasaran tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk mendorong peserta untuk berwirausaha.
Fasilitas Uang Saku dan Sertifikat BNSP
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan durasi pelatihan disesuaikan dengan jenis kompetensi yang diambil. Setiap peserta menerima uang saku dan fasilitas pelatihan sesuai ketentuan program.
Usai menyelesaikan pelatihan, peserta mendapat sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat itu menjadi bukti kemampuan yang bisa ditunjukkan ke industri saat melamar kerja.
“Ini yang kita harapkan menjadi daya saing, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada industri. Ini loh, kemampuan saya. Inilah upaya kita bersama untuk meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita,” ujar Yassierli.