Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dimaksimalkan Disketapang Lebak memastikan harga bahan pokok di pasar tradisional tidak membebani warga. Salah satu pembeli, Samsiah asal Rangkasbitung, mengaku Rp100 ribu cukup untuk memenuhi kebutuhan dapurnya selama sepekan. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak menggelar operasi pasar ini di sejumlah kecamatan untuk menjaga daya beli masyarakat saat harga mulai merangkak naik.
LEBAK — Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Lebak digencarkan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) saat harga bahan pokok di pasar tradisional mulai menanjak. Warga pun memanfaatkan program ini untuk menekan belanja harian mereka.
Salah satunya Samsiah. Perempuan asal Rangkasbitung ini mengaku rutin memborong kebutuhan dapurnya di lokasi GPM setiap kali digelar di dekat rumahnya. Ia menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan pedagang pasar.
"Kami membeli bahan pokok Rp100 ribu bisa mencukupi satu pekan kedepan," kata Samsiah dalam keterangan yang dikutip ANTARA, Kamis.
Ia mencontohkan, uang tersebut bisa digunakan untuk membeli beras medium, minyak goreng, gula putih, hingga telur. Selisih harganya memang terasa signifikan dibandingkan saat membeli di kios atau pasar tradisional biasa.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Disketapang Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, menjelaskan ada tiga kecamatan yang masuk prioritas jangkauan dinasnya. Yakni Wanasalam, Rangkasbitung, dan Sajira.
Di luar itu, GPM juga diselenggarakan Pemerintah Provinsi Banten di empat kecamatan lain. Lokasinya mencakup Warunggunung, Maja, Curugbitung, dan Cibadak.
"Kami juga melakukan GPM dengan mobiling (mobil keliling) ke sejumlah kecamatan hingga empat kali," ujar Sonip.
Operasi pasar ini tidak hanya menjual beras dan minyak goreng. Disketapang menggandeng perusahaan sembako serta Perum Bulog untuk menyuplai aneka kebutuhan yang harganya kerap fluktuatif.
Komoditas yang disediakan antara lain tepung terigu, gula putih, beras medium, minyak goreng, dan telur. Dinas juga menjual bawang merah, bawang bawang putih, cabai rawit, daging unggas, serta daging kerbau dan daging sapi beku.
Sonip memastikan semua barang yang dijual di GPM dibanderol lebih murah ketimbang harga di pasar. Hal ini sekaligus meredam kenaikan harga yang sudah mulai terjadi di beberapa pasar tradisional Lebak.
Pelaksanaan GPM merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Dengan harga yang terkendali, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok diharapkan tetap terjaga.
Disketapang menilai operasi ini perlu diperluas karena gejolak harga kerap muncul ketika permintaan rumah tangga meningkat. Melibatkan Bulog dan distributor, rantai pasok pun dipangkas sehingga harga di tingkat konsumen bisa ditekan.