Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang memastikan ruas Jalan Teuku Umar, Karawaci sepanjang 360 meter tetap bisa dilalui kendaraan selama proyek perbaikan berlangsung 90 hari ke depan. Sistem contraflow akan diberlakukan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Pengerjaan ini menyusul progres perbaikan Jalan Raya M. Toha di kecamatan yang sama yang telah mencapai hampir 85 persen.
TANGERANG — Pengendara yang melintasi Jalan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang, tidak perlu khawatir jalur tersebut ditutup total. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menjamin akses jalan tetap terbuka meski proyek perbaikan ruas jalan sepanjang 360 meter tengah berlangsung.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pengerjaan fisik akan berlangsung selama 90 hari. Meski begitu, arus kendaraan tetap diupayakan mengalir dengan sistem buka-tutup lajur.
"Kami memastikan tidak ada penutupan jalan, setengah badan jalan juga masih bisa dilalui, jadi sebagian lajur bisa dilewati kendaraan dengan sistem contraflow mulai dari sekarang," ujar Taufik di Tangerang, Sabtu.
Sistem contraflow ini akan diterapkan mulai dari Jembatan perumahan Victoria Park hingga kawasan lampu merah perempatan. Pemkot Tangerang pun mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pengerjaan berlangsung.
"Kami juga mengajak masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memerhatikan rambu lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan bersama," katanya menambahkan.
Di lokasi terdekat, perbaikan ruas Jalan Raya M. Toha sepanjang 303 meter di Karawaci justru menunjukkan progres signifikan. Pemkot Tangerang mencatat pengerjaan di ruas tersebut telah mencapai hampir 85 persen.
"Alhamdulillah, progres perbaikan ruas Jalan Raya M. Toha sudah berjalan sangat memuaskan. Pantauan terakhir kemarin sudah hampir 85 persen, jadi sebentar lagi dapat dirampungkan semuanya," ungkap Taufik.
Pemkot menargetkan perbaikan Jalan Teuku Umar dapat diselesaikan secepat mungkin agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lebih awal. Permintaan maaf pun disampaikan kepada pengguna jalan atas potensi gangguan selama pekerjaan berlangsung.
Farid Aziz, salah satu pengguna jalan, menilai Jalan Teuku Umar merupakan akses utama menuju pusat kota dan Jakarta yang dilalui pengendara setiap hari. Ia menyambut baik perbaikan ini, namun mengingatkan potensi kemacetan yang pernah terjadi saat proyek penggalian air bersih di lokasi serupa.
"Kami sambut baik perbaikan ini. Namun kami harap disiagakan petugas agar pengaturan lalu lintas jadi lancar. Sebab sebelumnya saat penggalian untuk air bersih pun alami kemacetan parah," katanya.
Pihaknya berharap koordinasi antara kontraktor pelaksana dan Dinas Perhubungan dapat berjalan optimal, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, untuk meminimalkan antrean kendaraan di sekitar lokasi proyek.