LEBAK — Laporan kebakaran lahan di Kampung Sempur Bandung diterima aparat dari masyarakat sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah laporan masuk, anggota Polsek Panggarangan bersama warga langsung bergerak ke lokasi untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Angin kencang yang bertiup di kawasan perkebunan membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan. Petugas dan warga butuh waktu berjam-jam sebelum api akhirnya bisa dijinakkan.
Kebakaran tidak hanya menghanguskan semak dan lahan kering. Sejumlah tanaman produktif milik warga, mulai dari pohon kelapa, pisang, hingga pepohonan lainnya, turut terdampak.
Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Namun hingga kini, belum ada penghitungan resmi berapa nilai kerugian yang dialami pemilik lahan.
Anggota Polsek Panggarangan, Bripka Julija, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 08.30 WIB. Menurutnya, kondisi angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan warga yang berupaya memadamkan api.
"Api yang merambat di tengah kondisi angin kencang membuat warga dan petugas kepolisian harus berjibaku melakukan pemadaman selama berjam-jam," ujarnya.
Peralatan seadanya yang digunakan warga dan petugas turut memperlambat proses pemadaman. Meski demikian, api akhirnya berhasil diatasi setelah upaya bersama berlangsung berjam-jam.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran lahan perkebunan di Desa Cihara belum diketahui. Polisi belum menyampaikan keterangan resmi soal dugaan awal sumber api.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat angin kencang dan cuaca kering melanda kawasan perkebunan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lahan perkebunan di Kabupaten Lebak rentan terbakar pada kondisi cuaca tertentu.