BANTEN — Andre Caldas mengaku waspada terhadap ancaman cedera menyusul padatnya jadwal BRI Super League 2026/27. Pelatih interim Arema FC itu menyoroti kondisi Matheus Blade yang merasakan gangguan fisik saat mencoba sprint di menit ke-80 pada laga kontra Dewa United Banten FC.
Kekhawatiran Caldas muncul meski Arema FC baru saja menutup pekan ketujuh dengan kemenangan 4-0 atas Dewa United Banten FC. Skor besar di Stadion Gajayana, Malang, itu ternyata menyisakan persoalan kebugaran yang harus segera ditangani tim pelatih.
Sejumlah pemain menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Pergantian yang dilakukan Caldas bukan semata kebutuhan taktik, melainkan langkah pencegahan agar pemain tidak tumbang di tengah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Matheus Blade menjadi pemain yang paling disorot. Gelandang asal Brasil itu merasakan sesuatu ketika mencoba melakukan sprint menjelang akhir pertandingan.
"Soal Blade? Ya, Blade itu sangat penting. Dia mengalami kelelahan karena terlalu banyak pertandingan dan menit bermain. Jadi, saat dia mencoba melakukan sprint mungkin di menit ke-80 atau sekitar itu dia merasakan sesuatu. Kita harus berhati-hati dalam situasi seperti ini," ujar Andre Caldas.
Caldas mengaku sudah berencana menarik Blade lebih awal. Kejadian di lapangan berlangsung lebih cepat daripada perkiraannya.
Selain Blade, Caldas mengganti Dendi dan Careca. Keduanya dinilai sudah sangat berat menjalani pertandingan.
"Selain itu, saya juga mengganti pemain lain seperti Dendi dan Careca karena saya lihat kondisi fisik mereka sudah sangat berat. Kalau saat itu tidak segera diganti, bukan tidak mungkin mereka juga akan mengalami cedera," kata pelatih asal Brasil itu.
Rotasi menjadi jalan tengah. Caldas menegaskan pemain yang tidak masuk susunan awal bukan berarti melakukan kesalahan pada laga sebelumnya.
"Ya, perubahan-perubahan tersebut adalah hal yang wajar. Bukan berarti pemain yang sebelumnya tampil melakukan kesalahan. Saat ini kami sedang berada dalam situasi yang sulit. Tentu saja, dalam sebuah pertandingan yang berlangsung selama 90 menit, hal seperti ini bisa terjadi," ujarnya.
Beban perjalanan ikut memperparah kondisi skuad. Caldas mencontohkan Leo yang digantikan John setelah tampil dalam lima hingga enam pertandingan berturut-turut.
"Sebagai contoh, kami mengganti Leo dengan John sudah bermain dalam lima hingga enam pertandingan berturut-turut, perjalanan yang harus ditempuh sangat melelahkan, sehingga secara fisik ia sudah kehabisan tenaga," sambungnya.
Pilihan tim pelatih kian terbatas karena Maia tidak masuk daftar susunan pemain akibat cedera. Situasi itu memaksa Caldas memutar komposisi demi menjaga keseimbangan antara mengejar kemenangan dan menjaga kondisi fisik pemain.
Kemenangan 4-0 atas Dewa United Banten FC memang menjaga laju Arema FC di pekan ketujuh BRI Super League 2026/27. Namun bagi Caldas, menjaga skuad tetap bugar di tengah jadwal padat sama pentingnya dengan menambah tiga poin berikutnya.