BANTEN — PSSI ternyata sempat mengajukan permintaan agar pertandingan tandang Timnas Indonesia melawan Yordania dipindahkan ke Turki. Permintaan itu tidak terealisasi, dan PSSI akhirnya membatalkan agenda uji coba di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026.
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, mengungkapkan permintaan pemindahan lokasi itu muncul sebagai upaya mencari situasi yang lebih aman. Menurut dia, PSSI awalnya ingin memindahkan laga dari Yordania ke Turki sebelum berbagai pertimbangan akhirnya mengubah keputusan.
"Enggak, enggak. Sebenarnya awalnya kami ingin memindahkan (laga Yordania). Jadi kami ingin memindahkan dari Yordania ke Turki. Awalnya seperti itu," kata Sumardji saat dihubungi wartawan termasuk JawaPos.com, Jumat (6/11/2026).
"Pertandingannya kita pindahkan ke Turki, cari situasi yang aman," lanjutnya.
Rencana pemindahan ke Turki tak menemukan titik terang. PSSI lantas memilih jalan lain dengan mencoret pertandingan tandang melawan Yordania dari kalender Timnas Indonesia.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi pertimbangan utama. Sumardji menyebut keputusan pembatalan diambil setelah PSSI menimbang berbagai hal.
"Tapi dengan berbagai pertimbangan, ya kami memutuskan untuk mengambil jalan yang terbaik, ya akhirnya kami putuskan untuk tidak, tidak melaksanakan pertandingan di Timur Tengah," papar Sumardji.
Kabar pembatalan duel melawan Yordania sebenarnya sudah mulai mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah situasi itu, muncul rumor bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi Turki sebagai alternatif.
Sumardji membantah rumor tersebut sekaligus meluruskan informasi yang beredar. Menurut dia, Turki memang sempat masuk dalam pembahasan, tetapi hanya sebagai lokasi pengganti, bukan sebagai calon lawan.
Kepastian ini menutup spekulasi soal calon lawan Timnas Indonesia pada jendela pertandingan November 2026. PSSI belum membeberkan apakah akan ada agenda pengganti untuk mengisi kekosongan jadwal tersebut.