PANDEGLANG — Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyebut persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan pemerintah daerah sendirian. Karena itu, Pemkab Pandeglang menggandeng Polres Pandeglang melalui program Poliran yang dikukuhkan lewat penandatanganan MoU.
Dewi menilai keterlibatan kepolisian dalam isu ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi itu juga perlu melibatkan dunia usaha, lembaga pelatihan, serta pemerintah desa dan kelurahan.
Melalui Poliran, pendataan masyarakat pengangguran di Pandeglang akan dilakukan lebih terarah. Data itu menjadi dasar penyaluran bantuan pelatihan dan informasi lowongan kerja agar tidak salah sasaran.
Dewi berharap angka pengangguran di Kabupaten Pandeglang bisa ditekan dengan skema tersebut. Menurutnya, semakin banyak warga yang bekerja, semakin besar peluang mereka meningkatkan taraf hidup.
"Mudah-mudahan melalui kolaborasi dan sinergi yang terbangun, angka pengangguran Kabupaten Pandeglang dapat ditekan. Sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan taraf hidupnya," kata Dewi, Jumat, 6 November 2026.
Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono menjelaskan, Poliran merupakan program Kapolri yang sebelumnya juga diterapkan saat dirinya menjabat di Polda Banten. Program ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran tenaga kerja.
Sonny menyebut Poliran dirancang sebagai bagian dari strategi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semakin banyak warga memiliki kegiatan produktif, potensi tindak kriminalitas dinilai bisa ditekan.
"Sebaliknya, tingginya angka pengangguran dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan permasalahan sosial dan gangguan keamanan. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat mereduksi angka kriminalitas melalui pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif," katanya.
Bupati Dewi menegaskan, program Poliran hanya bisa berjalan jika seluruh pemangku kepentingan ikut terlibat. Pemerintah desa dan kelurahan disebut berperan penting menjangkau warga yang belum bekerja.
Dengan begitu, warga Pandeglang yang selama ini kesulitan mengakses informasi kerja mendapat saluran resmi. Dewi menyebut tujuan akhirnya adalah masyarakat yang lebih mandiri dan produktif.
"Melalui program Poliran, pendataan masyarakat pengangguran dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga bantuan pelatihan dan peluang kerja benar-benar tepat sasaran," ujarnya.