BANTEN — Momen paling krusial dalam balapan MotoGP Italia 2026 terjadi di pertengahan lomba saat Ai Ogura mencoba melewati Marc Marquez. Di Tikungan 10 yang terkenal sebagai titik rawan ban depan, Ogura memaksa masuk dari sisi dalam. Marquez sempat melepas rem melihat pergerakan agresif tersebut, membuat kedua motor hampir kehilangan kendali.
Ogura: "Saya Tidak Punya Pilihan Lain"
Pembalap Jepang berusia 25 tahun itu mengakui manuvernya kurang bersih. Menurutnya, saat Marquez menyadari kehadirannya dan mengurangi tekanan rem, situasi menjadi sangat sulit dikendalikan.
"Saya tidak bisa mengerem lebih dalam lagi karena risiko kehilangan keseimbangan atau jatuh sangat besar. Pada titik itu, sudah terlambat untuk mengambil keputusan berbeda," ujar Ogura kepada media usai balapan.
Ia menambahkan, Tikungan 10 di Mugello sangat menantang bagi stabilitas motor bagian depan. Ogura menegaskan aksinya bukan karena sengaja ingin menjegal, melainkan situasi balapan yang memaksanya mengambil risiko tinggi demi mempertahankan posisi.
Podium Lolos di Lap Terakhir
Ironisnya, Ogura sebenarnya memiliki peluang emas untuk naik podium. Pada putaran terakhir, ia sukses menekan Francesco Bagnaia dan sempat merebut posisi ketiga di depan pendukung tuan rumah.
Namun, kesalahan kecil di tikungan terakhir membuatnya kembali turun ke urutan keempat. Marquez sendiri harus puas finis di posisi ketujuh setelah kesulitan menjaga ritme balapan.
Sportivitas di Tengah Persaingan Ketat
Hasil akhir MotoGP Italia 2026 menempatkan Ogura di posisi keempat, sedangkan Marquez finis ketujuh. Meski kehilangan podium, pengakuan blak-blakan Ogura justru menuai apresiasi.
Kejujuran pembalap yang merupakan juara dunia Moto2 2024 ini menunjukkan sportivitas di balik persaingan sengit MotoGP musim 2026. Talenta muda seperti Ogura kini tidak segan menantang para senior, membuktikan persaingan di kelas utama semakin memanas.