BANTEN — Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyatakan perusahaan anggota asosiasinya menjalankan kemitraan dengan petani plasma dan menetapkan harga secara berkala. "Dalam penetapan harganya dilakukan bersama pemerintah daerah, koperasi petani atau kelompok tani, dan perusahaan. Di sini harga yang ditetapkan saya kira fair," kata Eddy kepada Katadata.co.id, Selasa (9/6).
Menurut Eddy, harga TBS petani plasma tidak turun drastis karena ditetapkan setiap dua minggu atau sebulan sekali. "Jadi justru harga TBS mitra ini tidak terjadi penurunan," ujarnya. Pernyataan itu, kata dia, juga disampaikan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Plasma Inti Rakyat (Aspek-PIR) saat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian dan Menteri Pertanian.
Fluktuasi Harga CPO Dianggap Wajar
Eddy menjelaskan fluktuasi harga TBS adalah hal lumrah karena harga CPO bergerak dinamis. "Harga fluktuasi itu biasa sebab minyak sawit ini beda jam bisa beda harga, apalagi beda hari," kata dia. Ia menambahkan, secara teori, kenaikan harga CPO seharusnya mendorong kenaikan harga TBS petani.
Namun, Eddy mengaku belum mengetahui apakah dugaan permainan harga atau kartel yang disinggung pemerintah benar terjadi di lapangan. "Saya tidak tahu, apakah benar dugaan ini," ujarnya.
Mentan Amran: Anjloknya Harga TBS Tidak Wajar
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan penurunan harga TBS tidak wajar karena terjadi saat harga CPO dunia menguat. "Kami akan kirimkan data mereka ke Polda, Kapolda, Kapolri, dan pihak terkait untuk ditindaklanjuti," kata Amran dalam dialog dengan petani sawit, Senin (9/6).
Menurut Amran, tidak ada alasan bagi perusahaan menurunkan harga TBS ketika harga CPO naik dan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah meningkat sekitar 10%. Ia menyebut kondisi itu anomali. Sejumlah petani mengaku harga TBS sempat turun hingga Rp2.100 per kilogram, meski harga di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) sudah di atas Rp3.000 per kilogram.
Saat ini, pemulihan harga mulai terjadi dengan tingkat pemulihan sekitar 80% di Sumatera dan 70% di Kalimantan. Amran meminta harga TBS segera kembali ke level sebelum penurunan sesuai Peraturan Gubernur di masing-masing wilayah.