Pencarian

Uji 30 Ribu Km BYD Yangwang U7: Battery Health Sisa 98,7%, AC Nyala Penuh di Suhu 36°C

Jumat, 28 Agustus 2026 • 12:39:01 WIB
Uji 30 Ribu Km BYD Yangwang U7: Battery Health Sisa 98,7%, AC Nyala Penuh di Suhu 36°C
BYD Yangwang U7 menuntaskan uji ketahanan 30 ribu km dengan kondisi baterai tersisa 98,7 persen.

BANTEN — BYD melalui merek premiumnya, Yangwang, merilis hasil uji ketahanan baterai U7 yang cukup mencengangkan. Mobil listrik sedan mewah ini digeber non-stop hingga 30 ribu km, dan hasilnya degradasi baterai terbilang minim untuk jarak sejauh itu.

Angka 98,7% ini bukan klaim pabrikan semata. Pengujian dilakukan di Nanning, China, dengan suhu rata-rata di atas 36 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 80%. Kondisi ini jauh dari kata ideal untuk baterai lithium — suhu tinggi biasanya mempercepat degradasi sel.

30 Ribu Km, 350 Kali Flash Charging, AC 24°C Non-Stop

Rute pengujian menempuh jarak 30 ribu km dalam waktu 8 hari 19 jam. Selama perjalanan, baterai U7 menjalani lebih dari 350 siklus flash charging atau pengisian cepat. Yang lebih menantang: AC kabin dinyalakan terus di kisaran 24 derajat Celsius sepanjang pengujian.

Artinya, beban listrik tidak hanya dari motor penggerak, tapi juga sistem pendingin kabin yang bekerja ekstra di suhu 36 derajat. Ini skenario pemakaian berat yang jarang disimulasikan pabrikan lain — kebanyakan uji ketahanan hanya fokus pada siklus charging di ruang terkontrol.

Bukan Unit Khusus: Dipilih Acak dari Diler

General Manager Yangwang, Hu Xiaoqing, menegaskan bahwa mobil yang diuji merupakan unit produksi standar yang dipilih secara acak dari diler. Bukan prototipe, bukan unit khusus, dan tidak ada modifikasi apa pun.

Pernyataan ini penting untuk membangun kepercayaan — hasil uji tidak bisa dianggap curang jika unitnya diambil langsung dari jalur produksi reguler. Sebelum peluncuran, BYD juga mengerahkan 758 unit Yangwang U7 untuk pengujian dengan total jarak tempuh mencapai 10,49 juta km.

Blade Battery 2.0: Teknologi Baru yang Diuji di Momen Krusial

Yangwang U7 menjadi model pertama yang menggunakan Blade Battery 2.0. Ini generasi kedua dari baterai blade yang sebelumnya sudah terkenal dengan ketahanan dan keamanannya. Hasil uji 30 ribu km ini jadi validasi awal untuk teknologi anyar tersebut.

Waktu pengujian juga tidak kebetulan. China sedang memperketat standar uji ketahanan EV — aturan baru yang berlaku mulai 2027 akan mewajibkan mobil listrik menjalani pengujian reliabilitas minimal 30 ribu km. Hasil Yangwang U7 ini bisa jadi sinyal bahwa BYD sudah siap menghadapi regulasi tersebut.

Harga dan Posisi di Pasar: Premium, Tapi Penjualan Masih Sepi

Di China, Yangwang U7 dibanderol mulai Rp 1,6 miliaran. Ini kelas sedan listrik mewah yang bersaing dengan model-model premium lain — tapi segmen ini memang belum sebesar pasar SUV atau city car.

Penjualannya pun masih kecil. Pada Juli 2026, merek premium BYD ini hanya mencatatkan 485 unit pemesanan. Artinya, teknologi yang diuji memang canggih, tapi penerimaan pasar masih perlu waktu.

Yang Perlu Diperhatikan

Hasil 98,7% ini tetap perlu dibaca dengan kritis. Beberapa catatan yang layak dipertimbangkan:

  • Durasi pengujian 8 hari 19 jam — jarak 30 ribu km ditempuh sangat cepat, artinya baterai jarang berada dalam kondisi idle. Degradasi kalender (calendar aging) belum teruji di sini; yang diukur murni degradasi siklus.
  • 350 kali flash charging — ini justru kondisi yang biasanya mempercepat degradasi. Hasil yang tetap 98,7% menunjukkan manajemen termal baterai bekerja baik, tapi belum tentu mencerminkan pemakaian normal yang lebih lambat.
  • Harga Rp 1,6 miliar — di angka segini, pembeli di Indonesia punya banyak alternatif mobil listrik premium lain yang sudah masuk resmi. Yangwang sendiri belum dikonfirmasi masuk pasar lokal.

Untuk konteks, penurunan 1,3% setelah 30 ribu km berarti perkiraan degradasi ke 80% (batas umum penggantian baterai) akan tercapai setelah sekitar 460 ribu km. Angka ini jauh di atas rata-rata usia pakai mobil penumpang, jadi secara praktis baterai U7 kemungkinan besar tidak akan menjadi masalah selama kepemilikan.

Hasil uji ini juga menegaskan bahwa teknologi baterai BYD terus berkembang. Blade Battery 2.0 menunjukkan peningkatan dari generasi sebelumnya, dan hasil ini jadi data konkret yang bisa dijadikan acuan — bukan sekadar klaim marketing.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks