BANTEN — Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 tercatat 52,30, masih berada di zona ekspansi lantaran di atas level 50. Namun, capaian ini turun 0,80 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 53,10, demikian dikutip dari rilis resmi Kemenperin, Senin (31/8).
Dua Subsektor dengan Kinerja Tertinggi
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri mengungkapkan dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026 adalah Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Kedua sektor ini menjadi motor utama pertumbuhan di tengah perlambatan indeks secara keseluruhan.
Di sisi lain, hanya satu subsektor yang tercatat mengalami kontraksi, yaitu Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki. Penurunan ini menjadi perhatian mengingat sektor tersebut kerap menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan.
Pertumbuhan Industri Juli Naik, Sektor Manufaktur Tumbuh 5,32%
Kinerja industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan kuartal I yang sebesar 5,14 persen dan sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
"Kami terus mendorong penguatan sektor manufaktur agar bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Febri dalam paparannya di Jakarta.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha?
Data IKI yang masih berada di level ekspansif menandakan aktivitas produksi dan permintaan domestik masih berjalan sehat. Bagi pelaku industri, kondisi ini memberi ruang untuk meningkatkan utilisasi pabrik dan memperluas kapasitas produksi.
Namun, pelemahan indeks dari 53,10 ke 52,30 dalam sebulan perlu diantisipasi. Hal itu mengindikasikan laju pertumbuhan mulai melambat meskipun belum masuk fase kontraksi.
Secara historis, IKI di atas 50 menjadi sinyal bagi investor bahwa sektor industri masih menjanjikan. Sebaliknya, jika tren penurunan berlanjut dalam dua bulan ke depan, pelaku usaha mulai perlu mewaspadai pelemahan permintaan menjelang akhir tahun.