PANDEGLANG — Gerakan donasi di media sosial yang digalang sejumlah tokoh masyarakat Pandeglang berhasil menghimpun Rp12,8 juta. Dana itu disalurkan langsung kepada Ratna, kakak kandung almarhum Surakman, di kediamannya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita.
Surakman meninggal dunia saat bertugas sebagai Anak Buah Kapal Arupadhatu 1. Semasa hidup, ia menanggung kebutuhan sehari-hari Ratna yang mengalami tunanetra sejak kecil.
Siapa Surakman dan Mengapa Keluarganya Kehilangan Penopang Utama
Ratna (64) kehilangan satu-satunya penopang hidup setelah Surakman berpulang. Kebutuhannya selama ini dipenuhi dari nafkah yang diberikan almarhum.
Kondisi itu memicu empati dari berbagai kalangan di Pandeglang. Sejumlah tokoh masyarakat bergerak menjadi donatur setelah mengetahui kisah Surakman yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Pandeglang sekaligus Sekjen PGIN Banten Fahru Rijal menjadi salah satu pihak yang menggalang dan menyerahkan bantuan.
"Semasa hidupnya ia menjadi tulang punggung bagi keluarga. Utamanya menanggung kehidupan sehari-hari Tetehnya, Ratna yang mengalami tunanetra sejak kecil," kata Fahru Rijal, Sabtu, 26 September 2026.
Donasi Ditutup Rp12,7 Juta, Dibulatkan Jadi Rp12,8 Juta
Fahru menyebut dirinya mendapat amanah mewakili para donatur yang berpartisipasi lewat gerakan donasi di media sosial. Bantuan kemudian diserahkan langsung kepada Ratna.
"Uang hasil donasi saat ditutup terkumpul Rp12,7 juta sekian, kemudian dibulatkan menjadi Rp12,8 juta," katanya.
Menurut Fahru, bantuan itu diharapkan meringankan beban ekonomi keluarga setelah kehilangan Surakman yang selama ini menjadi salah satu penopang utama kehidupan Ratna.
Harapan Setelah Bantuan Diserahkan
Penyerahan bantuan kepada Ratna menjadi bentuk kepedulian warga terhadap keluarga almarhum yang membutuhkan dukungan setelah kepergian Surakman. Solidaritas itu muncul dari kalangan tokoh masyarakat hingga warga biasa yang menyumbang melalui gerakan daring.