Pencarian

Yokogawa Rilis Alat Ukur Densitas Gas Baru, Incar Pasar Pembangkit Listrik

Kamis, 22 Oktober 2026 • 08:52:31 WIB
Yokogawa Rilis Alat Ukur Densitas Gas Baru, Incar Pasar Pembangkit Listrik
Yokogawa meluncurkan OpreX Gas Density Meter generasi terbaru untuk pasar pembangkit listrik dan industri energi.

BANTEN — Yokogawa Electric Corporation resmi meluncurkan OpreX Gas Density Meter generasi terbaru untuk pasar pembangkit listrik, energi terbarukan, kimia, baja, serta minyak dan gas. Perangkat ini menjadi kunci pemantauan konsentrasi hidrogen pada turbin generator berukuran besar, yang berisiko eksplosif jika bercampur oksigen di atas ambang tertentu.

Produsen peralatan industri asal Jepang, Yokogawa Electric Corporation, memperbarui lini OpreX Analyzer lewat peluncuran OpreX Gas Density Meter generasi terbaru. Perangkat pengukur densitas gas ini dirancang untuk pengukuran berkecepatan tinggi dengan sejumlah peningkatan pada sisi operasional.

Dibandingkan model sebelumnya, versi anyar ini dilengkapi layar sentuh berwarna dan kemampuan komunikasi digital. Dua fitur itu membuat perangkat lebih mudah digunakan oleh operator di lapangan.

Sudah Jual Versi Standar, Versi Tahan Ledakan Menyusul 2027

Yokogawa sudah mulai menjual versi non-explosion-proof atau tanpa proteksi ledakan. Sementara versi tahan ledakan yang memenuhi standar sertifikasi internasional IECEx dan ATEX Directive untuk pasar Eropa baru akan diluncurkan pada akhir April 2027.

Alat ini bekerja dengan menghitung densitas gas, berat jenis, berat molekul, konsentrasi, dan nilai kalor. Semua parameter itu diperoleh melalui pengukuran frekuensi resonansi yang bervariasi tergantung densitas gas yang mengalir.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 1997, alat pengukur densitas gas Yokogawa telah dipakai luas di berbagai sektor industri. Mulai dari pembangkit listrik, minyak dan gas, hingga produksi baja, dengan pengiriman kumulatif lebih dari 6.600 unit.

Permintaan Naik Seiring Pertumbuhan Pusat Data

Peluncuran produk ini menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh. Permintaan listrik global yang dipicu pertumbuhan pusat data mendorong pasar turbin pembangkit listrik, dan di situlah alat ukur densitas gas dibutuhkan.

Generator turbin berukuran besar memerlukan pendinginan menggunakan gas hidrogen untuk meredam panas akibat putaran kecepatan tinggi. Masalahnya, hidrogen bisa bersifat eksplosif jika bercampur oksigen di atas konsentrasi tertentu. Pemantauan konsentrasi gas pun menjadi krusial untuk keamanan operasional pabrik.

Selain sektor kelistrikan, pasar teknologi metanasi dan elektrolisis air diproyeksikan berkembang seiring kebijakan energi terbarukan dan inisiatif dekarbonisasi di Eropa. Tren itu turut menaikkan permintaan solusi pemantauan multi-jenis gas.

Sasaran Pasar dan Rekam Jejak Yokogawa

Manajemen Yokogawa menyebut produk ini menyasar pasar utama di sektor tenaga listrik, energi terbarukan, kimia, baja, serta minyak dan gas/LNG. "Produk ini menyasar pasar utama di sektor tenaga listrik, energi terbarukan, kimia, baja, minyak, dan gas/LNG," tulis manajemen Yokogawa dalam keterangan yang diterima Dunia Energi, (16/10).

Yokogawa sendiri merupakan penyedia solusi pengukuran, pengendalian, dan informasi untuk berbagai industri. Perusahaan didirikan di Tokyo pada 1915 dan kini memiliki lebih dari 18.000 karyawan dalam jaringan global yang mencakup 136 perusahaan di 63 negara.

Bagi industri energi di Asia, termasuk Indonesia, ketersediaan alat ukur dengan standar sertifikasi internasional menjadi penting seiring bertambahnya kapasitas pembangkit dan proyek transisi energi. Versi tahan ledakan yang baru tersedia pada 2027 akan menjadi ujian bagi Yokogawa untuk mempertahankan pangsa pasar di segmen yang menuntut keamanan operasional tinggi.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks