CILEGON — Produk fabrikasi baja asal Cilegon kembali menembus pasar negara maju. Pengiriman terbaru ke Kanada ini menjadi penanda bahwa industri manufaktur Banten mampu bersaing dengan produk dari negara-negara berstandar tinggi.
Direktur Utama PT Trimitra Fabrikasi Engineering, Bobby Judoprawiro, mengungkapkan bahwa sepanjang Semester I 2026 perusahaannya telah mengekspor total 3.117 metrik ton produk fabrikasi baja dengan nilai lebih dari 4,5 juta dolar Amerika Serikat. Angka itu setara dengan sekitar Rp 78 miliar.
"Hari ini kami resmi melepas pengiriman ke Kanada. Ini menjadi bukti bahwa produk fabrikasi baja dari Cilegon mampu bersaing di pasar internasional," ujar Bobby.
Selain Kanada, ekspor perusahaan tersebut juga telah menjangkau Australia dan Singapura. Khusus untuk pengiriman kali ini, sebanyak 127,3 metrik ton komponen berupa pin and hinge serta pipe dikirim menuju dua kota besar di Kanada, yakni Vancouver dan Toronto.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Iwan Hermawan, menyebut pencapaian ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ekspor ke Kanada menjadi bukti bahwa produk baja Cilegon telah diakui dunia dan memenuhi standar internasional yang ketat.
“Pelepasan ekspor produk fabrikasi baja ke Kanada hari ini merupakan pencapaian yang patut kita apresiasi bersama,” katanya.
Iwan menambahkan, Cilegon selama ini dikenal sebagai klaster industri baja terbesar di Indonesia. Kini, industri di kota itu tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi terus memperluas pasar ke negara-negara dengan standar tinggi. Ia optimistis peluang ekspor ke Kanada masih sangat terbuka, seiring tingginya kebutuhan pembangunan infrastruktur di negara tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai ekspor ini menjadi sinyal positif bagi industri nasional. Ia menekankan bahwa baja masih menjadi salah satu produk unggulan ekspor Indonesia dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
“Mudah-mudahan ke depan ekspor produk baja kita bisa semakin meningkat,” ujarnya.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Cilegon sebagai salah satu pusat industri strategis Indonesia yang siap bersaing di level dunia. Pemerintah daerah dan pusat pun diharapkan terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar daya saing industri fabrikasi baja nasional semakin kuat di pasar global.