BANTEN — Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 06.00 WIB. Rombongan terdiri dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setibanya di Gorontalo, Kepala Negara langsung menuju Sport Center Limboto, lokasi penyelenggaraan puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII.
Inovasi Teknologi Pertanian dan Dialog Langsung Jadi Sorotan Utama
Agenda strategis dalam PENAS tahun ini mencakup pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog antara petani dengan pembuat kebijakan, serta penguatan jejaring kemitraan usaha. Pemerintah menargetkan kegiatan ini mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan. Tidak hanya seremoni, forum ini dirancang sebagai ruang kerja untuk menyelesaikan masalah riil di lapangan, seperti akses pupuk dan permodalan.
Mengapa Gorontalo Dipilih dan Apa yang Berbeda dari Tahun Sebelumnya
Pemilihan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS ke-17 bukan tanpa alasan. Provinsi ini dinilai memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan, namun masih menghadapi tantangan infrastruktur dan akses pasar. Kehadiran Presiden dan tiga menteri dalam satu rombongan menunjukkan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang pameran, melainkan momentum pengambilan keputusan langsung.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang lebih banyak diisi pameran produk, edisi 2026 ini menekankan pada dialog kebijakan dan transfer teknologi. Petani dan nelayan dapat berdiskusi langsung dengan perwakilan kementerian terkait soal bantuan alat, pelatihan, hingga akses kredit usaha rakyat.
Dampak Langsung bagi Petani dan Nelayan di Daerah
Bagi petani di Gorontalo dan Indonesia timur, PENAS menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Pemerintah berharap forum ini bisa memicu kemitraan dengan investor dan perusahaan agribisnis. Selain itu, hasil dialog diharapkan dapat menjadi masukan untuk penyusunan kebijakan di tingkat pusat, terutama terkait subsidi pupuk dan harga gabah.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa sektor pertanian dan perikanan harus mendapat perhatian serius di tengah perubahan iklim dan fluktuasi harga global.
Agenda Tambahan dan Tindak Lanjut ke Depan
Setelah puncak acara, Presiden dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi pertanian dan perikanan di Gorontalo. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kerja pemerintah untuk memastikan program-program prioritas berjalan sesuai target. Tidak ada pengumuman kebijakan baru yang disampaikan dalam pembukaan, namun sejumlah menteri dijadwalkan menggelar pertemuan tertutup dengan perwakilan petani dan nelayan usai acara utama.