SERANG — Tiga perusahaan pelat merah di Banten saat ini tanpa nahkoda. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergerak cepat mengisi kekosongan jabatan Direktur Utama di PT Jamkrida Banten, PT Banten Global Development (BGD), dan PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM).
Proses seleksi terbuka kini tengah berlangsung. Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Banten, Ismail, mengonfirmasi bahwa Panitia Seleksi (Pansel) telah resmi bekerja.
“Saat ini sudah ada beberapa yang mendaftar,” kata Ismail, Senin (22/6).
Mengapa Tiga BUMD Ini Kehilangan Direktur Utama?
Kekosongan kursi direksi di tiga BUMD itu terjadi karena alasan yang beragam. Mulai dari berakhirnya masa jabatan, ada yang meninggal dunia, hingga persoalan hukum yang menimpa pimpinan sebelumnya. Kondisi ini membuat proses operasional dan pengambilan keputusan strategis di masing-masing perusahaan ikut terdampak.
Ismail menjelaskan, seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jika tidak ada kendala, jabatan direktur utama bisa terisi paling cepat pada Agustus 2026.
“Paling kalau kita lihat jadwal mungkin sekitar bulan Agustus–September. Kan pansel nanti yang menentukan,” ujarnya.
Target Kinerja: Direksi Baru Dongkrak Kontribusi ke Daerah
Pemprov Banten tidak hanya mengejar kepastian waktu. Lebih dari itu, mereka berharap direktur utama yang terpilih nantinya mampu memperbaiki tata kelola perusahaan dan meningkatkan kontribusi BUMD terhadap pembangunan daerah.
“Kami berharap dengan direksi yang baru, target perusahaan dapat tercapai dan kontribusi terhadap daerah semakin meningkat,” pungkas Ismail.
Ketiga BUMD ini memiliki peran strategis. PT Jamkrida Banten bergerak di bidang penjaminan kredit, PT Banten Global Development fokus pada investasi dan pengembangan usaha, sementara PT Agrobisnis Banten Mandiri mengelola sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kinerja mereka sangat memengaruhi roda ekonomi lokal.