Pencarian

Aplikasi Helita di Tangsel Layani 974 Percakapan, Capai Response Time 429 Milidetik Selama Uji Coba

Senin, 22 Juni 2026 • 15:00:01 WIB
Aplikasi Helita di Tangsel Layani 974 Percakapan, Capai Response Time 429 Milidetik Selama Uji Coba
Aplikasi Helita di Tangsel layani 974 percakapan dengan response time 429 milidetik selama uji coba.

TANGERANG SELATAN — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan merilis evaluasi operasional aplikasi super Tangsel ONE dan asisten virtual Helita untuk periode 30 April hingga 15 Juni 2026. Asisten virtual berbasis kecerdasan buatan ini menjadi andalan baru layanan publik dengan mengusung slogan "Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel".

Response Time Helita Capai 429 Milidetik

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa secara performa teknologi dan infrastruktur, sistem Helita bekerja sangat andal. Dari interaksi yang tercatat, platform ini memiliki Average Response Time atau kecepatan merespons hingga 429 milidetik.

Layanan ini juga mengantongi rating 4,3 dari skala 5 bintang berdasarkan ulasan dari 250 pengguna. Asep mengeklaim seluruh indikator kinerja utama operasional telah memenuhi ambang batas baku yang ditetapkan.

Tingkat Keberhasilan Percakapan Capai 85,93 Persen

Data evaluasi menunjukkan success rate atau tingkat keberhasilan percakapan berada di angka 85,93 persen, masuk dalam rentang target resmi di 85 sampai 93 persen. Resolution Rate layanan ini tercatat sebesar 25 persen.

"Alhamdulillah, ketersediaan sistem aman di atas ambang batas," ujar Asep dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.

Gangguan Sistem Terjadi pada 29 Mei dan 4 Juni 2026

Asep tidak menampik adanya gangguan sistem pada dua tanggal tersebut. Namun, setelah ditelusuri, penyebabnya ada pada sistem Cloudflare sehingga dikecualikan sebagai gangguan eksternal pihak ketiga.

Untuk penyelesaian keluhan teknis dari pengguna, kepatuhan SLA operasional mencapai 90 persen, di mana tim berhasil merampungkan 45 dari total 50 tiket developer yang masuk.

110 Percakapan Dialihkan ke Manual Akibat Banned WhatsApp

Data evaluasi juga mencatat ada 110 percakapan yang terpaksa dialihkan ke penanganan manual. Hal itu terjadi akibat kanal WhatsApp API gateway yang sempat terkena banned.

Menurut Asep, ada jurang pemisah yang lebar antara kesiapan sistem kecerdasan buatan dengan kesiapan kultural masyarakat. "Data evaluasi menunjukkan ada pekerjaan rumah besar dalam menggeser budaya masyarakat dari analog menuju digital, terutama pada layanan perizinan dan penanganan keluhan fisik," lanjutnya.

Bagikan
Sumber: banten.viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks