BANTEN — Pencapaian ini diraih di tengah tantangan industri yang tidak mudah. Harga aluminium dunia sempat tertekan oleh perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian rantai pasok. Namun, Inalum justru mampu membalikkan tekanan itu menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi secara signifikan.
Kinerja Keuangan dan Operasional Tembus Rekor
Direksi Inalum melaporkan bahwa seluruh indikator utama perusahaan menunjukkan tren positif. Pendapatan perusahaan tumbuh dua digit, sementara laba bersih melonjak drastis dibandingkan tahun buku sebelumnya. Efisiensi biaya produksi menjadi salah satu kunci utama, terutama dari sisi konsumsi energi listrik dan bahan baku alumina.
Dari sisi operasional, volume produksi aluminium ingot mencapai level tertinggi dalam sejarah. Tingkat utilisasi pabrik peleburan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, berhasil ditingkatkan hingga mendekati kapasitas penuh. Ini menjadi bukti bahwa manajemen Inalum berhasil mengelola aset strategis secara optimal.
Manfaat untuk Negara dan Industri Hilir
Rekor kinerja ini berdampak langsung pada penerimaan negara. Inalum menyetorkan dividen dan pajak dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pasokan aluminium dalam negeri yang stabil turut mendorong pertumbuhan industri hilir, seperti otomotif, konstruksi, dan kabel listrik.
Bagi pelaku industri kecil dan menengah, ketersediaan bahan baku aluminium lokal dengan harga yang lebih kompetitif menjadi angin segar. Sebelumnya, banyak pengusaha harus bergantung pada impor yang harganya fluktuatif dan terpengaruh kurs dolar.
Strategi Ke Depan: Hilirisasi dan Energi Hijau
Ke depan, Inalum tidak hanya berpuas diri dengan rekor saat ini. Perusahaan anggota Grup MIND ID itu telah menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan smelter baru dan pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk mendukung produksi aluminium ramah lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mempercepat hilirisasi mineral dan menekan emisi karbon di sektor industri. Dengan sumber energi yang lebih bersih dan kapasitas produksi yang terus bertambah, Inalum optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan dalam lima tahun ke depan.
Pencapaian setengah abad ini menjadi bukti bahwa BUMN pengelola sumber daya alam mampu bersaing di level global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.