Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.813 per Dolar AS, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Biang Kerok

Senin, 22 Juni 2026 • 12:19:31 WIB
Rupiah Tembus Rp17.813 per Dolar AS, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Biang Kerok
Rupiah melemah ke posisi Rp17.813 per dolar AS akibat penguatan dolar dan kenaikan harga minyak.

BANTEN — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,4% dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp17.741 per dolar AS. Posisi ini merupakan yang terlemah dalam sepekan terakhir dan mendekati level psikologis Rp18.000 yang sempat disentuh pada awal Juni lalu.

Dolar AS dan Minyak Mendikte Pergerakan Rupiah

Tekanan utama datang dari eksternal. Indeks dolar AS (DXY) kembali menguat ke level 105,8 seiring ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang naik ke 4,45% turut memperkuat daya tarik aset dolar.

Di sisi lain, harga minyak mentah jenis Brent melonjak 2,1% ke level US$84,7 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda. Bagi Indonesia yang masih menjadi importir minyak neto, lonjakan harga komoditas ini langsung membebani neraca perdagangan dan nilai tukar.

Apa Dampak Pelemahan Rupiah bagi Masyarakat?

Pelemahan rupiah ke level Rp17.813 berarti daya beli masyarakat terhadap barang impor semakin tergerus. Harga produk elektronik, suku cadang kendaraan, dan bahan baku industri dipastikan akan naik dalam beberapa pekan ke depan karena biaya impor yang membengkak.

Bagi pelaku bisnis yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS, beban cicilan otomatis membesar. Perusahaan di sektor manufaktur dan ritel yang bergantung pada bahan baku impor menjadi yang paling tertekan. Sementara itu, sektor komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit justru diuntungkan karena pendapatan dalam dolar AS menjadi lebih bernilai saat dikonversi ke rupiah.

Kapan Rupiah Bisa Berbalik Menguat?

Analis pasar uang menilai pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan bergantung pada data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Jika inflasi AS menunjukkan penurunan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bisa kembali hidup dan menekan dolar AS.

Bank Indonesia sendiri diperkirakan akan terus melakukan intervensi ganda di pasar spot dan pasar obligasi untuk menahan laju pelemahan. Namun, tanpa katalis positif dari eksternal, tekanan terhadap rupiah diprediksi masih akan berlanjut dalam sepekan ke depan.

Bagaimana Cara Melindungi Nilai Aset dari Pelemahan Rupiah?

Bagi investor ritel, pelemahan rupiah biasanya mendorong aliran dana ke instrumen berbasis dolar AS seperti deposito valas atau reksa dana pasar uang dolar. Emas juga kerap menjadi pilihan lindung nilai karena harganya yang cenderung naik saat ketidakpastian global meningkat.

Bagi pelaku bisnis, strategi lindung nilai atau hedging melalui kontrak berjangka menjadi krusial untuk mengunci biaya impor. Tanpa hedging, fluktuasi kurs bisa menggerus margin keuntungan secara signifikan dalam waktu singkat.

Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks