BANTEN — Laga hidup-mati di Grup C Piala Dunia 2026 ini menyajikan drama yang tak terduga. Haiti, yang tampil untuk pertama kalinya di turnamen ini sejak 1974, nyaris menciptakan kejutan besar. Mereka unggul 2-1 hingga menit ke-43 sebelum Maroko bangkit dengan dua gol krusial menjelang turun minum.
Haiti membuka skor lebih dulu lewat Lenny Joseph pada menit ke-10. Itu adalah gol pertama mereka di Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir. Maroko menyamakan melalui Achraf Hakimi di menit ke-39, tapi kejutan belum berakhir.
Empat menit berselang, Wilson Isidor melepas tembakan jarak jauh dari sudut sempit. Bola meluncur deras ke sudut atas gawang Maroko. Gol itu langsung disebut-sebut sebagai kandidat gol terbaik turnamen.
Alih-alih patah arang, Maroko justru menunjukkan reaksi cepat. Ismael Saibari mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time babak pertama. Gol itu mengubah momentum sepenuhnya.
"Kami tidak panik. Kami tahu kualitas yang kami miliki," ujar pelatih Maroko usai pertandingan. "Babak kedua kami bermain lebih tenang dan menyelesaikan peluang."
Dominasi Maroko akhirnya berbuah hasil di paruh kedua. Dua gol tambahan memastikan kemenangan 4-2 sekaligus mengamankan posisi runner-up grup. Haiti, yang sempat unggul dua kali, harus mengakui keunggulan lawan yang lebih berpengalaman.
Hasil ini membuat Haiti tersingkir dengan rapor tiga kekalahan beruntun. Namun catatan bersejarah—gol pertama di Piala Dunia dan gol spektakuler Isidor—akan menjadi warisan berharga bagi sepak bola Karibia.
Maroko selanjutnya akan menunggu lawan dari Grup D atau E di babak 32 besar. Brasil dipastikan akan menghadapi runner-up Grup D dalam laga yang dijadwalkan pekan depan.