Keyakinan Schroepfer bukan tanpa dasar. Setelah mengundurkan diri dari Meta pada 2022, ia menghabiskan waktu mengamati kurva eksponensial yang sama yang dulu ia lihat saat memulai riset AI di Facebook pada 2013—sebelum ChatGPT lahir. Kali ini, kurva itu muncul di harga panel surya, baterai, dan elektroliser yang terus turun drastis, sementara permintaan listrik untuk pusat data dan kendaraan listrik melonjak.
“Saya bisa melihat trennya. Kita akan butuh semua komputasi yang ada. Tapi saya tidak tahu dari mana kita akan mendapatkan dayanya,” ujar Schroepfer dalam wawancara dengan Crunchbase News. “Ini akan menciptakan kelangkaan pasokan-permintaan yang masif.”
Dana Segar 250 Juta Dolar untuk Ekonomi ‘Atom’
Gigascale Capital baru saja menutup dana institusional pertamanya senilai 250 juta dolar AS (sekitar Rp4 triliun). Sebelumnya, Schroepfer telah mengucurkan dana dari keluarga sendiri untuk 22 investasi awal guna membuktikan bahwa uang bisa dihasilkan dari lapisan hardware—sebuah pandangan yang sempat dianggap mustahil di Silicon Valley.
Portofolio perusahaan ini kini mencakup lebih dari 25 startup, dengan fokus utama pada energi dan AI untuk dunia fisik. Cek yang dikeluarkan berkisar antara 1 juta hingga 10 juta dolar AS per perusahaan, dari tahap pre-seed hingga Series A.
Mengapa Infrastruktur Jadi ‘Parit’ Pertahanan Bisnis
Menurut Schroepfer, jika AI mampu membuat software hampir gratis untuk ditulis, maka keunggulan kompetitif akan bergeser ke hardware. “Permainannya berubah: bagaimana cara membangun infrastruktur agar AI-ku lebih baik? Itu masalah hardware, bukan coding,” tegasnya.
Ia mencontohkan Nvidia dan SpaceX sebagai perusahaan yang kini menjadi nama rumah tangga justru karena penguasaan mereka atas ekonomi fisik. “Saya dulu pakai Nvidia sebagai contoh, sekarang saya bisa pakai SpaceX. Bicara soal perusahaan di pasar terbesar yang melesat jauh dari pesaing.”
Dari Kebutuhan Listrik hingga Pabrik Masa Depan
Permintaan listrik di AS yang selama 20 tahun terakhir nyaris flat (0% pertumbuhan) kini melonjak beberapa persen per tahun. Ratusan gigawatt pusat data direncanakan dibangun dalam lima tahun ke depan, belum termasuk stasiun pengisian kendaraan listrik dan elektrifikasi rumah.
Untuk menjawab tantangan ini, Gigascale berinvestasi di berbagai teknologi: baterai berdurasi empat hari dari Form Energy, transformator digital solid-state dari Heron Power, hingga pembangkit listrik tenaga gelombang laut dari Panthalassa yang menggabungkan komputasi AI di laut lepas.
Schroepfer juga melihat peluang besar dalam manufaktur massal. “Segala sesuatu di hidupmu yang harganya turun adalah hasil produksi massal: iPhone, server, pusat data. Dunia ini penuh dengan barang custom yang sangat mahal. Kami ingin mengubahnya,” katanya. Ia mencontohkan Heron Power yang membuat satu kotak yang sama untuk pusat data, pengisi daya mobil listrik, dan ladang surya—sebuah pendekatan yang memungkinkan biaya turun 10-20% setiap kali kapasitas produksi berlipat ganda.
Kemandirian Industri: Saingi China dengan Teknologi Generasi Berikutnya
Meski China saat ini mendominasi manufaktur massal, Schroepfer optimistis AS bisa membangun basis industri baru. “Saya mengunjungi satu pabrik per minggu di AS yang sedang dirintis oleh pendiri brilian dari Tesla dan SpaceX. Mereka membangun pabrik robotik otomatis penuh dengan pencetakan 3D dan teknologi laser.”
Salah satu contohnya adalah startup neodymium di Alameda, California, yang memproduksi magnet langka tanpa polusi dan mampu bersaing harga dengan impor China. “Kami tidak sekadar meniru teknologi China. Kami mendekatinya dengan cara yang lebih sederhana, lebih murah, dan otomatis lebih bersih.”
Pelajaran dari 14 Tahun di Meta: Hardware Itu Soal Kecepatan Belajar
Schroepfer mengaku banyak belajar dari pengalaman membangun pusat data dan perangkat keras konsumen di Meta. “Orang sering salah paham. Mereka pikir hardware berarti menghabiskan banyak waktu mendesain di atas kertas. Padahal, kamu harus cepat terjun ke lapangan karena kamu tidak tahu bagian mana yang akan meledak.”
Ia mengingat momen memalukan saat pusat data pertamanya dibangun: “Dermaga bongkar muat salah gradiennya sehingga truk tidak bisa mundur. Ini pusat data canggih, tapi kami salah pada hal yang sudah biasa dilakukan setiap Walmart di Amerika.”
Menutup wawancara, Schroepfer menyebut ini sebagai waktu paling menarik untuk memulai perusahaan. “Modal tersedia, alat AI ada, dan peralatan fisik untuk membangun sesuatu dengan cepat juga ada. Ini taruhan saya: inilah saatnya.”