BANTEN — Faris Sudirman AR, Pemimpin Bulog Kantor Cabang Makassar, mengatakan harga gabah kering panen saat ini masih bertahan tinggi karena panen raya belum tiba. “Saat ini panen baru berlangsung di beberapa wilayah seperti Gowa, Takalar, dan Pangkep. Karena belum memasuki panen raya, harga gabah memang masih berada di atas harga acuan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Alih-alih menunggu harga turun, Bulog memilih tetap bergerak. Langkah ini disebut Faris sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Ia mengakui harga Rp7.000 per kg cukup berat jika seluruhnya dibebankan ke skema Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Untuk menyiasati ongkos produksi yang membengkak, Bulog menyiapkan skema khusus. Sebagian gabah yang dibeli dengan harga tinggi akan diolah menjadi beras premium yang nilai jualnya lebih tinggi di pasaran. “Kami memiliki skema pengadaan untuk beras premium sehingga petani tetap mendapatkan harga yang baik tanpa membebani program cadangan beras pemerintah,” jelas Faris.
Strategi ini dinilai menguntungkan dua sisi. Petani di Sulsel tetap bisa menjual gabah dengan harga kompetitif, sementara kebutuhan pasar—khususnya konsumen kelas menengah ke atas di Kota Makassar—terhadap beras premium terus meningkat. Faris mencatat tren konsumsi beras premium menunjukkan kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, dan permintaan diperkirakan tetap tinggi selama musim panen berlangsung.
Kinerja Bulog Makassar di sektor beras premium memang tengah moncer. Hingga pertengahan Juli 2026, Bulog Makassar telah menjual sekitar 7.000 ton beras premium. Angka itu jauh melampaui target tahunan yang hanya 5.000 ton.
Capaian ini menunjukkan minat pasar yang kuat sekaligus membuka peluang bagi petani dan pengusaha penggilingan. Di sisi lain, mitra Bulog di lapangan masih aktif membeli gabah petani dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram, sehingga serapan hasil panen tetap berjalan.
Tak cuma fokus menyerap gabah, Bulog Makassar juga memastikan stok pangan di gudang dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog yang membawahi wilayah Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, dan Takalar memiliki cadangan beras sekitar 86.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan, termasuk mendukung program bantuan sosial pemerintah yang mulai disalurkan pada Agustus 2026. Dengan stok aman dan serapan yang terus berjalan, Bulog optimistis bisa menjaga stabilitas pasokan sekaligus menopang kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan.