SERANG — Pergerakan harga pangan di Banten pada Selasa (28/7/2026) kembali menunjukkan tren beragam. Dari 16 komoditas yang dipantau, tiga komoditas mengalami kenaikan dan tiga lainnya justru turun. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting yang melesat 5,03 persen, sedangkan penurunan terdalam dialami bawang merah yang merosot 2,27 persen.
Selain cabai merah keriting, komoditas lain yang ikut mendorong inflasi bahan pangan adalah cabai rawit merah dan beras premium. Harga cabai rawit merah tercatat Rp47.750 per kg, naik 4,66 persen dari hari sebelumnya. Sementara itu, beras premium naik tipis 0,68 persen menjadi Rp14.729 per kg.
Kenaikan harga cabai keriting dan rawit ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pedagang makanan di wilayah Banten. Pasalnya, kedua jenis cabai ini merupakan bahan baku utama sambal dan berbagai masakan khas daerah.
Penurunan harga bawang merah menjadi kabar baik bagi konsumen. Komoditas ini turun paling dalam, yakni Rp834 per kg, dari posisi Rp36.667 menjadi Rp35.833 per kg. Selain bawang merah, harga bawang putih honan juga turun tipis 0,35 persen menjadi Rp35.958 per kg.
Daging ayam ras juga mengalami penurunan harga sebesar 0,35 persen menjadi Rp35.750 per kg. Penurunan ini bisa menjadi angin segar bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan protein hewani dengan harga lebih terjangkau.
Berikut rincian harga 16 bahan pangan di Banten berdasarkan data SP2KP Kemendag pada Selasa (28/7/2026) pukul 15.08 WIB:
Meskipun ada kenaikan di beberapa sektor, sebagian besar komoditas tercatat stabil. Daging sapi, cabai merah besar, telur ayam ras, minyak goreng sawit kemasan premium dan curah, gula pasir, Minyakita, kedelai impor, beras medium, serta tepung terigu tidak mengalami perubahan harga. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum pasokan pangan di Banten masih terkendali, meski fluktuasi harga cabai dan bawang tetap perlu diwaspadai.