SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi gizi anak. Ajakan itu disampaikan di tengah masih adanya anak-anak di Kabupaten Serang yang masuk kategori stunting.
"Saya mohon doa dan dukungan dari berbagai pihak, karena tidak bisa pemerintah sendiri yang bekerja," kata Ratu usai menghadiri Gerakan Makan Tanpa Drama yang diselenggarakan oleh Sakatonik Curcuma di Serang, Selasa (28/7/2026).
Intervensi Dimulai Sejak Ibu Hamil
Pemkab Serang telah menjalankan sejumlah program untuk menekan angka stunting. Mulai dari pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, vitamin, hingga imunisasi setelah bayi lahir. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan.
"Pokoknya kita terus memberikan pendampingan sehingga kemudian kita bisa meminimalisasi dan kita ingin menghilangkan angka stunting yang masih ada di Kabupaten Serang," ungkapnya.
Peran Swasta dalam Pemenuhan Nutrisi Anak
Ratu mengapresiasi kontribusi pihak swasta, khususnya Kalbe Farma melalui produk Sakatonik Curcuma, yang turut memberikan perhatian terhadap pemenuhan nutrisi anak. Perusahaan itu mendukung penuh penyelenggaraan acara Hari Anak Nasional tahun 2026.
"Hari ini saya baru saja menghadiri kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2026 yang diselenggarakan oleh organisasi mitra, didukung sepenuhnya oleh Sakatonik dari Kalbe Farma ya," katanya.
Setiap Anak Berhak Tumbuh dengan Gizi Optimal
Bupati menegaskan setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan kebutuhan nutrisi yang tercukupi. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat terus diperkuat.
"Dan tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan Hari Anak Nasional. Ini dalam rangka menjadikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat, cerdas, dan berkualitas," pungkasnya.