BANTEN — Pencapaian ini diumumkan dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7). Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyebutkan, untuk pertama kalinya portofolio kredit perseroan menyentuh angka Rp1.036 triliun. Angka ini tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari total penyaluran kredit, sektor produktif mendominasi dengan nilai Rp802 triliun, naik 11% yoy. Segmen korporasi menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 13,6% yoy mencapai Rp513,4 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 6,6% yoy menjadi Rp288,5 triliun.
Yang menarik, pembiayaan hijau BCA melesat 19% yoy menjadi Rp123 triliun. Dua sub-sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah energi terbarukan yang naik 82% yoy menjadi Rp7,7 triliun, dan kredit kendaraan motor listrik yang tumbuh 25% yoy mencapai Rp4 triliun.
Pertumbuhan kredit yang agresif tidak membuat BCA lengah terhadap risiko. Rasio loan at risk (LAR) tercatat di level 4,9%, sementara non-performing loan (NPL) berada di angka 1,9%. Kedua rasio ini masih dalam batas aman industri perbankan.
Dari sisi pendanaan, dana murah atau giro dan tabungan (CASA) BCA tumbuh 10,2% yoy menjadi Rp1.082 triliun. Secara total, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,9% yoy menjadi Rp1.284 triliun. Porsi CASA yang mencapai 84,3% dari total DPK membuat biaya dana (cost of fund) perseroan tetap rendah dan kompetitif.
"Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan," ujar Hera.
Bagi investor, pertumbuhan laba yang stabil di tengah ekspansi kredit agresif menandakan efisiensi operasional BCA tetap terjaga. Porsi CASA yang dominan juga menjadi bantalan bagi profitabilitas bank. Sementara itu, bagi pelaku bisnis, terutama di sektor korporasi dan UKM, kenaikan penyaluran kredit sebesar 8% menandakan BCA masih agresif mengucurkan pembiayaan.
Dorongan terhadap pembiayaan hijau juga menjadi sinyal bagi pengusaha di sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik. BCA membuka keran kredit lebih lebar untuk sektor-sektor yang sejalan dengan tren keberlanjutan global.