Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana, mengkonfirmasi bahwa ini pertama kali perkampungan tersebut tampak sangat jelas sejak ditenggelamkan dua tahun lalu. “Karena kemarau ekstrem sepertinya, baru kali ini terlihat,” katanya. Sebelumnya, hanya sebagian kecil atap bangunan yang kadang muncul ke permukaan.
Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS C3, Maretha Ayu Kusumawati, menjelaskan bahwa bangunan di area genangan sengaja tidak dihancurkan saat proses pembebasan lahan. “Kondisi seluruh area genangan meski sudah dibebaskan tidak dilakukan demolish untuk seluruh bangunan yang terdampak,” ujarnya. Hanya tanaman yang dibersihkan sebelum area tersebut digenangi.
Momen ini menjadi kesempatan emas bagi warga yang dulu tinggal di kawasan itu untuk bernostalgia. Odon, mantan warga Kampung Bolang, mengaku sempat mendatangi lokasi dua minggu lalu. “Iya mengenang, mengenang tanah tempat kelahiran dulu,” tuturnya. Meskipun rumahnya sendiri belum terlihat, ia tetap datang untuk melihat perubahan di kampung halamannya.
Warga lain yang kini bermukim tak jauh dari bendungan bahkan menggunakan rakit atau perahu untuk mendekati bekas rumah mereka. Dinding rumah yang tersisa tanpa atap dan bangunan masjid menjadi saksi bisu kehidupan yang pernah ramai di permukiman padat Kecamatan Sajira.
Meski air waduk menyusut sekitar 5 persen, BBWSC3 memastikan pasokan dan tampungan air di Bendungan Karian masih aman. Debit total air yang dirilis saat ini mencapai 24 meter kubik per detik untuk suplai irigasi, khususnya Daerah Irigasi (DI) Ciujung. Dedi Yudha menegaskan bahwa penurunan muka air ini wajar pada musim kemarau dan tidak mengindikasikan gangguan fungsi bendungan.
“Saat ini tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi,” tegas Dedi. Pihaknya terus melakukan upaya antisipasi karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang. Bekas permukiman yang muncul ini berada di hulu bendungan dengan elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak sekitar 16 kilometer dari as bendungan.