Cakupan CKG di Banten Tembus 5,9 Juta Jiwa atau 46 Persen, Lampaui Target RPJMN 2026

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:14:02 WIB
Warga antre mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Banten, yang cakupannya mencapai 46,28 persen atau 5.969.889 jiwa hingga 19 Agustus 2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 5.969.889 jiwa atau 46,28 persen dari total penduduk hingga 19 Agustus 2026. Capaian ini melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang hanya menetapkan angka 36 persen. Dari pemeriksaan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten menemukan hipertensi dan diabetes melitus sebagai penyakit dominan pada usia produktif.

TANGERANG — Angka partisipasi warga Banten dalam Program CKG terus menunjukkan tren positif. Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengonfirmasi capaian tersebut telah menembus 46,28 persen atau sekitar 5.969.889 jiwa dari populasi 13 juta penduduk di provinsi tersebut.

“Capaian Pemerintah Provinsi Banten per tanggal 19 Agustus sebesar 46,28 persen, yaitu kurang lebih 5.969.889 jiwa dari jumlah penduduk sekitar 13 juta jiwa,” kata Ati dalam keterangan tertulis di Tangerang, Senin.

Hipertensi Mendominasi Usia Produktif, Karies Gigi Serang Anak-anak

Data skrining yang dihimpun dari empat kota/kabupaten menunjukkan adanya perbedaan pola penyakit berdasarkan kelompok umur. Pada penduduk berusia di atas 15 tahun, hipertensi dan diabetes melitus menjadi dua temuan kasus yang paling banyak muncul.

Sementara itu, untuk anak-anak di bawah 15 tahun, masalah kesehatan yang paling dominan adalah karies gigi atau gigi berlubang serta gangguan penglihatan. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan penanganan kesehatan yang lebih spesifik.

“Kalau di atas 15 tahun hipertensi diabetes, tapi di bawah 15 tahun adalah karies gigi, maka hasil dari CKG ini menjadi kebijakan ke depan, pemerintah harus bertindak sesuai dengan pola penyakit yang ada di Banten,” ujarnya.

Skrining TBC Capai 63 Persen, Dinkes Andalkan Rontgen Portabel

Selain penyakit tidak menular, program CKG juga digunakan untuk memperluas deteksi dini tuberkulosis (TBC) pada kelompok rentan. Hingga 19 Agustus 2026, capaian skrining TBC di Banten telah mencapai 63 persen dari target 50.750 kasus, atau setara dengan 30.450 pemeriksaan.

“Di Banten, alhamdulillah tahun ini meskipun belum selesai sampai 19 Agustus 2026, capaian kita sudah di angka 63 persen dari target 50.750 kasus,” jelas Ati.

Untuk mendongkrak angka penemuan kasus di lapangan, Dinkes Banten bakal memanfaatkan teknologi rontgen portabel yang terintegrasi dengan telepon seluler. Inovasi ini dinilai efektif menjangkau area yang sulit diakses oleh fasilitas kesehatan tetap.

“Karena ini sudah uji coba, semua tahapan uji coba 99,99 persen ini semua akurasinya tercapai. Jika ada keraguan, kami tetap konsultasi ke dokter spesialis radiologi itu,” pungkasnya.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top