Sikka - Jalan-jalan nasional yang sempat terputus di Kabupaten Sikka pascagempa telah dibersihkan dan dibuka kembali, sementara sejumlah jembatan memerlukan waktu 1–2 hari untuk difungsikan. Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Tektonik di Kecamatan Alok, Sikka, NTT, Minggu (23/8) malam.
Rapat itu dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta jajaran Pemkab Sikka dan seluruh balai Kementerian PU di NTT. Dody menegaskan bahwa pemulihan akses jalan menjadi prioritas utama penanganan pascagempa.
"Paling tidak, jalan-jalan nasional yang sempat terputus di hari pertama sudah kita bersihkan semua, sudah dibuka. Namun memang ada beberapa jembatan yang perlu waktu 1 atau 2 hari supaya fungsional. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, jembatan-jembatan yang fungsional itu bisa full dipakai dengan maksimal," ujar Dody.
Gempa di Pulau Flores memicu longsor dan kerusakan pada sejumlah ruas jalan di Sikka. Beberapa akses telah ditangani, seperti ruas Lianunu–Hepang, Krica–Nitung, dan Krica–Lidi. Namun, titik lain masih butuh mobilisasi alat berat dan penanganan lanjutan untuk memulihkan akses masyarakat.
Salah satu titik krusial adalah ruas Koro–Maumere di area Jembatan Dagedama. Longsor tebing aktif berpotensi mengancam badan jalan dan jalur logistik Ende–Maumere bila konstruksi pengaman tebing tidak segera diperkuat. Rekomendasi yang muncul adalah pembangunan turap pengaman atau bronjong.
Kondisi Jembatan Wolowiro juga kian parah pascagempa. Kerusakan struktur jembatan mengganggu akses warga menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pengangkutan hasil alam, hingga kawasan pariwisata. Penanganan darurat disarankan melalui penutupan akses jembatan dan pembangunan jalur alternatif, plus rencana jembatan permanen.
Dody menegaskan bahwa arah penanganan dan prioritas pembangunan akan terus dibahas bersama pemerintah daerah. Menurutnya, kepala daerah memahami kebutuhan paling mendesak di wilayahnya.
Lebih lanjut, Dody menekankan pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga membangun kembali Flores dengan prinsip build back better. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, infrastruktur yang dibangun harus lebih baik dan lebih tahan menghadapi bencana di masa depan.
"Tapi basically kita harus mampu membangun Flores ini dengan lebih baik lagi. Sesuai dari arahan Bapak Presiden Prabowo, dimana ada bencana, PU wajib membangun lebih baik lagi agar kemudian ke depan yang kita bangun ini lebih tahan lagi terhadap bencana," tegasnya.
Dengan percepatan penanganan jalan, jembatan, dan infrastruktur vital, pemerintah berharap aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi di wilayah terdampak segera pulih. Upaya ini selaras dengan Sasaran Utama PU 608, arah pembangunan infrastruktur yang berorientasi manfaat nyata dan pertumbuhan ekonomi.