Sebanyak 137 titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dari total 141 titik panas yang terpantau di sejumlah wilayah, berdasarkan rekapitulasi terbaru per 21 Agustus 2026. Angka itu menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memitigasi dampak El Nino dan musim kemarau yang tengah berlangsung.
Data tersebut dihimpun oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan mencerminkan kerja nyata Kementerian PU di lapangan. Penanganan ini dilakukan sesuai tugas dan kewenangan instansi, khususnya dengan mengoptimalkan dukungan sumber daya air serta peralatan untuk membantu pemerintah daerah dan satuan tugas penanggulangan karhutla.
Fokus utama dukungan diarahkan ke tiga provinsi yang berpotensi tinggi mengalami kebakaran lahan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayah itu menjadi prioritas karena intensitas kemarau yang cukup parah dan risiko meluasnya kebakaran.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan. Upaya itu dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur dan sumber daya pendukung yang dibutuhkan di lapangan.
"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Menteri Dody.
Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Kementerian PU menyiapkan dan mengerahkan berbagai peralatan seperti pompa Alkon, mobile pump, mobil tangki air, dan excavator. Peralatan ini difungsikan untuk memasok air ke lokasi kebakaran serta mendukung operasi pemadaman bersama pemerintah daerah dan tim satuan tugas.
Distribusi Air di Palangka Raya
Salah satu bentuk dukungan nyata terlihat di Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sebanyak 4.000 liter air didistribusikan menggunakan satu unit mobil tangki air milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Tengah. Air itu kemudian dipakai untuk mengisi satu unit truk pemadam dan disalurkan bersama tim Satgas yang menangani karhutla.
Bantuan serupa juga dilakukan di kawasan Kampus UPR Gedung Merah Putih, Tunjung Nyaho, Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya, dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare. Di lokasi ini, Kementerian PU mengerahkan satu unit mobil tangki air dengan dua kali pendistribusian, sehingga total 8.000 liter air disalurkan untuk membantu BPBD dalam proses pemadaman.
Menteri PU Dody memastikan bahwa kesiapsiagaan akan terus dijalankan sepanjang periode musim kemarau. Optimalisasi sumber daya air, peralatan, dan personel di lapangan menjadi kunci untuk mendukung pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana.
Dengan langkah ini, Dody Hanggodo tidak hanya berupaya menjaga ketersediaan air untuk masyarakat di tengah kondisi kering, tetapi juga mempercepat penanganan titik-titik karhutla. Harapannya, risiko meluasnya kebakaran bisa ditekan dan dampak buruk terhadap masyarakat serta lingkungan dapat diminimalkan.