Banten Tuan Rumah Kejurnas Catur ke-51, 963 Peserta dari 32 Provinsi Berlaga di Serang

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:47:01 WIB
Peserta Kejurnas Catur ke-51 mengikuti pertandingan di Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang.

SERANG — Penunjukan Banten sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-51 menjadi kepercayaan yang harus dijawab lewat penyelenggaraan yang baik. Kompetisi berlangsung pada 23–29 Oktober 2026 di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kampus 2 Palima, Kota Serang.

Pembukaan digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang. Selain menjadi ajang kompetisi, kejurnas diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Dampak Ekonomi: Hotel Penuh hingga Kuliner Ramai

Wagub Dimyati menyebut gelaran ini mendatangkan efek ganda yang besar bagi perekonomian warga Banten. Ia menilai kunjungan peserta dan pengunjung dari luar daerah akan menggerakkan sektor akomodasi dan kuliner.

“Multiplier effect-nya (efek ganda, red) besar sekali. Hotel penuh, kuliner juga akan ramai. Pengunjung banyak datang ke Banten, manfaatnya besar,” ujar Wagub Dimyati.

Dorongan Festival Catur dari SD hingga Perguruan Tinggi

Dimyati meminta Percasi Banten memperbanyak festival catur di berbagai jenjang. Cakupannya mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet berlangsung berkelanjutan dan melahirkan bibit-bibit berprestasi. Festival di tingkat akar rumput menjadi pintu masuk pencarian talenta baru sebelum masuk ke jalur kompetisi resmi.

Rakernas Percasi Bahas Catur Daring hingga Atlet Disabilitas

Rakernas Percasi ke-46 yang berjalan bersamaan membahas sejumlah program strategis. Salah satunya pengembangan pertandingan catur daring (online) sebagai format kompetisi baru.

Wakil Ketua Umum PB Percasi Irjen Ahmad Ramadhan mengatakan, pengembangan catur daring berpotensi memperluas akses masyarakat untuk berkompetisi tanpa dibatasi jarak dan lokasi.

“Catur online ini juga bisa dibuat pertandingan. Kita akan mencari skema atau polanya bagaimana,” kata Ahmad Ramadhan.

Agenda lain dalam rakernas mencakup persiapan pra-PON 2027 NTT-NTB dan PON 2032 Banten-Lampung. Penguatan kategori catur disabilitas, khususnya bagi penyandang tunanetra, juga masuk pembahasan.

Rakernas diharapkan menghasilkan program pembinaan yang membuka ruang lebih luas bagi atlet untuk berprestasi, termasuk atlet disabilitas. Kejurnas Catur ke-51 sendiri menjadi tolok ukur pembinaan daerah sebelum menghadapi agenda nasional berikutnya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top