TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan pemerintah kota tidak akan mentolerir aktivitas yang merusak ekosistem Sungai Cisadane. “Air adalah sumber kehidupan. Kami mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai, merawat ekosistemnya, dan memastikan keberlangsungan sumber daya air,” ujarnya di kawasan Kampung Berkelir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Jumat lalu.
Tiga Perusahaan di Teluknaga Disegel karena Tak Berizin
Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan mengungkapkan bahwa penyegelan dilakukan setelah investigasi terhadap perubahan warna air Sungai Cisadane. “Ada tiga perusahaan atau industri yang sudah kami lakukan penyegelan karena tidak berizin,” katanya. Ketiga perusahaan itu berlokasi di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dan diduga membuang limbah tanpa izin lingkungan.
Pemkot Intensifkan Pengawasan ke Pelaku Usaha
Melalui bidang pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wali Kota meminta dilakukan pemantauan langsung ke sungai maupun ke pelaku usaha. Langkah ini untuk memastikan setiap kegiatan industri tidak mencemari aliran Cisadane. “Kami pastikan tidak ada celah bagi pelaku yang melanggar,” tegas Sachrudin.
Festival Cisadane Jadi Ajang Aksi Nyata
Komitmen menjaga sungai juga diwujudkan melalui ajang Festival Cisadane. Menurut wali kota, festival tidak sekadar merayakan budaya dan kebersamaan, tetapi juga menjadi momentum aksi membersihkan sungai secara massal. “Kegiatan ini bukan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian lingkungan sekaligus investasi jangka panjang,” ujarnya.
Sachrudin menambahkan bahwa Sungai Cisadane telah menjadi ikon Kota Tangerang yang harus dijaga bersama demi generasi mendatang. “Kita ingin anak cucu tetap bisa menikmati lingkungan yang sehat dan lestari,” pungkasnya.