Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan bahwa budaya sehat di lingkungan sekolah menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan emosional. Pesan ini disampaikannya di Tangerang, Selasa, di tengah upaya penguatan pendidikan karakter yang dinilai krusial untuk ketahanan bangsa.
TANGERANG — Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menilai kecerdasan seorang anak tidak bisa semata-mata diukur dari nilai akademik atau tingkat IQ. Menurutnya, kemampuan emosional dan cara anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual.
"Bagaimana anak juga diajarkan untuk saling menghargai sesama temannya di sekolah, biar bagaimanapun mereka adalah duta-duta antiperundungan," kata Tinawati dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.
Ia menegaskan bahwa budaya sehat di sekolah memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, kesehatan, olahraga, sains, dan teknologi disebutnya sebagai pilar penting dalam membangun generasi masa depan yang tangguh.
Lingkungan Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman
Lebih dari sekadar tempat belajar, Tinawati menilai lingkungan sekolah semestinya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Suasana yang kondusif ini dinilai mampu membuat anak betah dan merasa sekolah sebagai rumah kedua yang memberikan inspirasi bagi masa depan mereka.
Menurut Tinawati, pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada kolaborasi erat antara pihak keluarga dan sekolah agar anak dapat tumbuh sehat secara fisik dan kuat secara mental.
"Jadi, pendidikan karakter itu juga penting. Salah satu penunjang ketahanan bangsa adalah anak-anak yang kuat secara mental," ujarnya menambahkan.
Kolaborasi Wujudkan Sekolah Berkarakter di Kota Tangerang
Kepala SMA Negeri 2 Kota Tangerang, Kukuh Wahyudi, mengungkapkan bahwa penerapan pola sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi telah menjadi program yang dijalankan sejak 2017. Ia mengakui bahwa mewujudkan lingkungan pendidikan yang ideal bukanlah tugas yang ringan.
"Memang kami ingin menjadikan sekolah kita menjadi sekolah yang aman, nyaman buat anak didik kita," ujarnya.
Kukuh menegaskan, upaya ini merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
"Sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi ini adalah bagian dari kita semuanya. Dari kita untuk kita, ke depan juga masa depannya untuk kita semuanya," pungkasnya.