Dua Aplikasi Video AI Baru Salip ChatGPT di App Store Usai OpenAI Matikan Sora

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 01:31:01 WIB
Kling AI dan AI Video kini memimpin kategori aplikasi video AI di App Store setelah penutupan Sora.

BANTEN — Keputusan OpenAI menghentikan Sora pada Maret lalu membuka celah bagi pengembang lain. Kling AI, yang sudah tiga bulan berada di App Store, kini menjadi aplikasi nomor satu di kategori Graphics & Design. Sementara AI Video dari HUBX memuncaki kategori Photo & Video.

Mengapa OpenAI Tutup Sora?

Bukan karena teknologi yang ketinggalan, melainkan biaya operasional yang membengkak. Sora berjalan gratis selama masa uji coba, tetapi konsumsi sumber daya komputasinya sangat tinggi. OpenAI memilih fokus pada ChatGPT dan Codex yang lebih menguntungkan secara bisnis, terutama Codex yang terintegrasi dengan paket berbayar.

Penutupan ini mengejutkan karena Sora sempat menjadi aplikasi paling populer saat pertama kali dirilis. Namun, performanya menurun drastis setelah beberapa bulan — sebuah pola yang kini coba dihindari oleh para pesaing.

Apa yang Ditawarkan Kling AI dan AI Video?

Kedua aplikasi ini murni didedikasikan untuk pembuatan video, bukan fitur tambahan di dalam chatbot seperti Gemini atau Grok. Kling AI menjanjikan resolusi 4K dari prompt teks atau gambar. Sementara AI Video dari HUBX — pengembang dengan 15 aplikasi AI di App Store — secara eksplisit menyasar pengguna yang ingin membuat video viral.

Perbedaan ini signifikan. Pengguna tidak perlu lagi berpindah-pindah menu di aplikasi obrolan untuk menghasilkan video. Semua fitur disajikan langsung di satu layar, mirip seperti aplikasi edit video biasa.

Siapa Pesaing Terberat di Puncak?

Saat ini, satu-satunya aplikasi yang masih berada di atas kedua pendatang baru adalah milik perusahaan raksasa: OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun Sora mati, minat pengguna terhadap pembuatan video AI justru melonjak.

Apakah Ini Tren atau Sekadar Fad?

Belum bisa dipastikan. Sora juga pernah mengalami puncak popularitas yang sama sebelum akhirnya meredup. Yang membedakan kali ini adalah pendekatan bisnis: Kling AI dan AI Video sejak awal dibangun sebagai produk mandiri dengan model monetisasi yang lebih jelas. Jika mereka mampu mempertahankan kualitas dan kecepatan produksi, bukan tidak mungkin tren ini bertahan lebih lama dari pendahulunya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top