BANTEN — PT Pegadaian (Persero) melakukan penyesuaian harga secara signifikan untuk tiga produk utama mereka, yaitu Antam, UBS, dan Galeri24. Emas buatan UBS mencatatkan penurunan paling tajam dari Rp 2.845.000 menjadi Rp 2.797.000 per gram. Sementara itu, emas Antam kini dibanderol Rp 2.862.000 per gram setelah turun Rp 25.000, disusul produk Galeri24 yang merosot Rp 26.000 ke angka Rp 2.756.000 per gram.
Penurunan serentak ini dipengaruhi oleh mekanisme penentuan harga domestik yang sering kali memiliki jeda waktu (time lag) terhadap pergerakan pasar spot global hari sebelumnya. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memengaruhi harga dasar emas di tingkat penyedia jasa keuangan lokal. Untuk memfasilitasi kebutuhan investasi masyarakat, Pegadaian menyediakan berbagai ukuran mulai dari pecahan terkecil 0,5 gram hingga ukuran investasi besar 1.000 gram.
Di pasar internasional, harga emas spot sebenarnya ditutup menguat 1 persen ke level USD 4.532,72 per ounce pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Jika dikonversi menggunakan kurs Rp 16.000 per dolar AS, harga emas dunia tersebut setara dengan Rp 72,52 juta per ounce. Kenaikan harga emas global ini didorong oleh meredanya kekhawatiran inflasi menyusul harapan penyelesaian konflik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa ketegangan dengan Iran akan berakhir dengan cepat langsung menekan harga minyak mentah Brent. Penurunan harga energi ini otomatis meredakan kecemasan pasar terhadap lonjakan inflasi global yang berkepanjangan. Sentimen tersebut juga berhasil menarik turun imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dari level tertingginya sejak Januari 2025.
"Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan. Akibatnya, kita telah melihat harga emas menguat dari titik terendah baru-baru ini," ujar David Meger, Direktur Perdagangan High Ridge Futures.
Meskipun emas berfungsi sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, aset tanpa imbal hasil ini biasanya berkinerja kurang optimal dalam lingkungan suku bunga tinggi. Penurunan yield obligasi AS memberikan ruang bernapas bagi emas karena mengurangi biaya peluang (opportunity cost) memegang aset logam mulia ini. Pasar kini bersiap mengantisipasi langkah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 89,6 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juni mendatang. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 berada di angka 48,6 persen. Ketidakpastian arah suku bunga ini membuat pergerakan harga emas domestik maupun global masih akan sangat fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan.
Mengapa harga emas di Pegadaian berbeda-beda untuk setiap merek?
Perbedaan harga antara Antam, UBS, dan Galeri24 disebabkan oleh biaya cetak, margin keuntungan masing-masing produsen, serta ketersediaan stok di pasar ritel. Emas Antam umumnya memiliki premium harga lebih tinggi karena sertifikasi internasional LBMA yang melekat padanya.
Bagaimana cara membeli emas batangan di Pegadaian?
Masyarakat dapat membeli emas secara tunai di outlet Pegadaian terdekat, melalui layanan Sahabat Pegadaian, atau menggunakan sistem Tabungan Emas secara digital dengan saldo mulai dari 0,01 gram.