Bupati Tangerang dan Gubernur DKI-Banten Sepakati Optimalisasi Lahan 95 Hektar di Ciangir untuk Pertanian dan Pemukiman

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 10:19:02 WIB
Bupati Tangerang dan Gubernur DKI serta Banten sepakat optimalkan lahan 95 hektar di Ciangir untuk pertanian dan pemukiman.

TANGERANG — Tiga kepala daerah sepakat mengubah lahan tidur milik pemerintah di Kabupaten Tangerang menjadi kawasan produktif. Dari total 95 hektar di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, sebanyak 38 hektar akan difokuskan untuk sektor pertanian dan 47 hektar untuk kawasan pemukiman.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengapresiasi inisiatif Gubernur DKI Jakarta yang menginginkan aset daerahnya di wilayah Banten bisa berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

"Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemda DKI di Desa Ciangir ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia," ujar Maesyal dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (21/5).

Fasilitas Publik dan Lapas di Atas Lahan Ciangir

Selain sektor pertanian dan pemukiman, lahan tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan tandon air guna pengendalian banjir di kawasan sekitar. Sebesar 1,4 hektar dari total lahan juga telah dialokasikan untuk fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Bupati Maesyal menegaskan bahwa pembahasan teknis pemanfaatan lahan ini akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait, baik dari Pemprov DKI Jakarta maupun Pemkab Tangerang. "Yang terpenting, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Kolaborasi Tiga Wilayah: Sampah, Banjir, dan MRT

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas optimalisasi aset, tetapi juga merumuskan kerja sama konkret lintas wilayah dalam menangani isu perkotaan. Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa Jakarta dan Banten saling membutuhkan.

"Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi," ujar Andra.

Pemerintah pusat telah menetapkan Banten sebagai lokasi strategis pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa, khususnya di kawasan aglomerasi Tangerang Raya. Sementara untuk pengendalian banjir, para kepala daerah menyepakati pembangunan embung besar yang didanai secara kolaboratif antara DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. Embung ini diharapkan mampu mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku bagi warga.

Perpanjangan MRT ke Tangerang Masuk Tahap Kajian

Di sektor transportasi, pengembangan dan perpanjangan jalur MRT menuju wilayah Tangerang terus dibahas. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap kajian teknis sebagai langkah meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Bupati Maesyal menambahkan, pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah. "Kami ingin menghadirkan pembangunan kawasan metropolitan yang lebih tertata, tangguh, modern, dan sejahtera bagi masyarakat Jabodetabek," pungkasnya.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: jakarta.akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top