SERANG — Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSDP Serang resmi beroperasi dengan enam kamar operasi yang tersebar di dua lantai. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, keenam ruang itu sudah berjalan sejak dua pekan terakhir dan akan terus ditambah ke depannya.
“Alhamdulillah hari ini kami baru saja meresmikan gedung Instalasi Bedah Sentral atau IBS Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara,” kata Ratu Zakiyah, sapaan akrabnya, kepada wartawan usai peresmian.
Kebutuhan ruang operasi di RSDP terbilang tinggi. Berdasarkan catatan para dokter senior, dalam satu bulan ada 523 pasien yang membutuhkan tindakan bedah. Dengan hanya enam kamar yang tersedia saat ini, Bupati mengakui jumlah itu masih kurang.
“Sementara ruangan yang dimiliki hanya 6. Jadi sebetulnya masih kurang,” ujarnya.
Direktur RSDP dr. Rachmat Setiadi menambahkan, sebelum ada gedung baru, rumah sakit hanya punya lima kamar operasi. Akibatnya, antrean untuk beberapa jenis operasi, seperti bedah mulut, bisa mencapai satu bulan. “Nah, itu yang kasihan. Dan kita coba fasilitasi supaya pasien-pasien yang ada di rumah sakit bisa terlayani,” tuturnya.
Untuk mengatasi keterbatasan itu, Ratu Zakiyah mengaku sudah bertemu langsung dengan Menteri Kesehatan. Ia menyampaikan sejumlah proposal, termasuk pengadaan alat-alat bedah, revitalisasi gedung RSDP, hingga penambahan tenaga sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
“Sudah kami sampaikan, selain itu kami juga menyampaikan keinginan untuk merevitalisasi gedung rumah sakit ini agar lebih bagus lagi,” terangnya.
Satu usulan lain yang ia bawa adalah pembukaan poli eksekutif di RSDP. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat mengenai program mana yang akan dieksekusi. “Selanjutnya belum ada informasi dari Pak Menteri kira-kira apa yang akan dieksekusi untuk RSDP mendapat program itu,” katanya.
Dengan adanya gedung baru, rumah sakit tak membiarkan bangunan lama menganggur. dr. Rachmat menjelaskan, IBS lama akan dialihfungsikan menjadi ICU Central. Langkah ini diambil karena banyak pasien yang belum tertampung di ruang ICU.
“Dengan penambahan ICU, maka ruangan juga akan bertambah karena 10 tempat tidur itu harus satu ICU,” ujarnya.
Ia menambahkan, gedung baru sebenarnya dirancang untuk 12 tempat tidur di empat lantai. Namun, karena baru lantai empat dan lima yang selesai, baru enam kamar operasi yang bisa difungsikan. “Mudah-mudahan ke depan bisa membuka lagi lantai tiga dan lantai dua,” harapnya.
Untuk peralatan, dr. Rachmat memastikan kamar operasi di lantai empat dan lima sudah sesuai standar Kementerian Kesehatan. Tersedia scialytic lamp, pendant, lampu operasi, dan ruang anestesi berstandar.
Menurutnya, jumlah ideal ruang operasi sangat tergantung pada kapasitas tempat tidur rumah sakit. “Jadi, kalau kita mau 400 tempat tidur, kita membutuhkan 40 ICU. Nah, ICU 40 itu kira-kira berapa pasien yang akan dioperasi?” jelasnya.
Usai peresmian, Bupati Ratu Zakiyah menandatangani prasasti pembangunan gedung IBS. Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Abdul Gofur, Ketua Komisi III DPRD Supiyanto, Sekda Zaldi Dhuhana, dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Serang.