Kode tersembunyi dalam aplikasi Apple Music untuk Android mengungkap baris teks yang merujuk pada opsi "Apple Music Free" dan "Apple Music Voice." Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh 9to5Mac dan dikonfirmasi oleh pengamat kode aplikasi. Teks tersebut menyebut layanan gratis akan menampilkan iklan, persis seperti yang dilakukan Spotify selama bertahun-tahun.
Spotify adalah pionir yang menjembatani celah antara fungsionalitas premium dan akses gratis. Model freemium-nya memungkinkan pengguna mendengarkan musik tanpa bayar dengan konsekuensi iklan dan fitur terbatas seperti skip lagu yang dibatasi. Strategi ini kemudian diadopsi YouTube Music dan beberapa layanan lain.
Apple Music selama ini hanya tersedia dalam paket berbayar — individu, keluarga, atau suara (Voice). Jika benar meluncurkan tier gratis, ini adalah perubahan fundamental dalam pendekatan Apple terhadap layanan langganannya. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu selama ini dikenal enggan mengorbankan pendapatan langsung demi jangkauan pengguna.
Tim penggali kode menemukan string seperti "Listen ad-free with Apple Music" dan "Free with ads" dalam versi terbaru aplikasi Android. Belum ada indikasi bahwa fitur ini akan hadir di iOS atau macOS dalam waktu dekat. Ini wajar mengingat basis pengguna Android global jauh lebih besar dan lebih sensitif terhadap harga.
Apple Music saat ini memiliki lebih dari 100 juta pelanggan berbayar. Namun, pangsa pasarnya masih tertinggal dari Spotify yang memiliki sekitar 250 juta pelanggan premium dan 600 juta pengguna aktif bulanan — termasuk pengguna gratis. Dengan tier beriklan, Apple bisa langsung menambah puluhan juta pendengar baru tanpa perlu membujuk mereka membayar di muka.
Indonesia adalah salah satu pasar streaming musik terbesar di Asia Tenggara, namun penetrasi kartu kredit dan kebiasaan berlangganan masih rendah. Model gratis beriklan bisa menjadi pintu masuk bagi jutaan pengguna Android di Indonesia yang selama ini memilih Spotify Free atau YouTube Music gratis. Apple Music selama ini hanya bisa diakses penuh melalui paket berbayar mulai Rp 59 ribu per bulan.
Jika Apple benar-benar meluncurkan layanan ini, persaingan harga dan fitur di segmen pengguna non-pembayar akan semakin ketat. Spotify mungkin harus merespons dengan meningkatkan kualitas tier gratisnya atau menambah batasan baru. Pertarungan kini bukan hanya soal kualitas audio atau katalog lagu, tapi siapa yang paling jago mengonversi pengguna gratis menjadi pelanggan berbayar.
Apple belum memberikan pernyataan resmi soal fitur ini. Kode yang ditemukan biasanya muncul beberapa bulan sebelum peluncuran publik, tapi tidak ada jaminan fitur tersebut benar-benar akan dirilis. Apple dikenal sering menguji fitur di versi beta dan kemudian membatalkannya tanpa pemberitahuan.
Yang jelas, tekanan dari regulator Eropa melalui Digital Markets Act juga memaksa Apple membuka ekosistemnya. Di tengah tekanan itu, menghadirkan opsi gratis untuk layanan musik bisa menjadi langkah cerdas untuk memperluas basis pengguna tanpa melanggar aturan anti-monopoli. Pantau terus pembaruan aplikasi Apple Music versi Android dalam beberapa pekan ke depan.