SERANG — Harga tomat menjadi satu-satunya komoditas yang mencatat kenaikan signifikan dalam pantauan pasca-Iduladha di Kabupaten Serang. Lonjakan 20 persen ini membuat harga tomat di Pasar Baros bertengger di Rp12.000 per kilogram, naik dari posisi sebelumnya Rp10.000 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, mengatakan kenaikan harga tomat tidak disebabkan oleh kelangkaan pasokan. “Informasi dari pedagang, pasokan ada, tetapi harga dari induk naik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Di sisi lain, harga komoditas hortikultura lainnya masih bertahan di level tinggi. Cabai rawit merah tercatat Rp80.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dijual Rp65.000 per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp45.000 dan Rp35.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan pokok, harga beras IR 64 KW I masih di angka Rp14.000 per kilogram. Gula pasir curah dijual Rp18.000 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per liter dan minyak goreng merek Kita Rp15.700 per liter.
Di sektor protein hewani, harga daging sapi murni tercatat Rp140.000 per kilogram. Daging ayam broiler dijual Rp36.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp26.000 per kilogram.
Hasil pemantauan juga menemukan harga LPG subsidi 3 kilogram masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski HET ditetapkan Rp19.000 per tabung, di tingkat pengecer harga jual masih berkisar Rp21.000 per tabung. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah upaya menjaga stabilitas harga setelah momentum hari besar keagamaan.
Titi menegaskan pihaknya akan terus memonitor pergerakan harga di pasar-pasar tradisional. “Secara umum harga kebutuhan pokok masih stabil. Kami akan terus memonitor perkembangan harga di pasar-pasar tradisional,” pungkasnya. Diskoumperindag mewaspadai pergerakan harga komoditas hortikultura yang cenderung fluktuatif akibat faktor distribusi dan pasokan dari daerah pemasok.