SpaceX Ambil Alih Landasan Peluncuran Bersejarah di California, Menara Pendukung Diruntuhkan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 01:51:32 WIB
SpaceX resmi mengambil alih dan meruntuhkan menara pendukung di Space Launch Complex-6, California.

Space Launch Complex-6, atau yang akrab disebut “slick-six”, menyimpan sejarah panjang inovasi antariksa Amerika selama enam dekade. Namun, masa depannya kini sepenuhnya milik SpaceX. Proses pembongkaran yang dilakukan pada pertengahan Juni 2026 itu meliputi menara akses, menara layanan bergerak, dan sisa-sisa gedung perakitan yang sudah tidak lagi memenuhi standar operasional roket generasi baru.

Dari Program Berawak ke Pesawat Ulang-Alik, Kini untuk Falcon Heavy

SLC-6 awalnya dibangun untuk program Manned Orbiting Laboratory (MOL) milik Angkatan Udara AS, sebuah proyek stasiun antariksa rahasia yang akhirnya dibatalkan. Setelah itu, kompleks ini direnovasi besar-besaran untuk menjadi landasan peluncuran pesawat ulang-alik di Pantai Barat, meskipun misi pertama dari Vandenberg baru terealisasi pada 1990-an dan hanya berlangsung singkat.

“Space Launch Complex-6 mewakili enam dekade inovasi Amerika dan komitmen kami yang tak tergoyahkan untuk mengamankan superioritas luar angkasa,” ujar Kolonel James T. Horne III, komandan Space Launch Delta 30 di Vandenberg, dalam pernyataan resmi. “Dengan memodernisasi jejak bersejarah ini bersama mitra industri pertahanan, kami membangun langsung di atas fondasi para pionir kami.”

Vandenberg Makin Strategis untuk Misi Komersial dan Militer

Pengambilalihan ini menandai pergeseran signifikan dalam pemanfaatan aset antariksa milik pemerintah AS. Vandenberg, yang terletak di pesisir California, selama ini menjadi andalan untuk peluncuran satelit ke orbit polar dan orbit sinkron matahari — dua jenis orbit yang krusial untuk misi pengamatan Bumi, komunikasi militer, dan intelijen.

Dengan hadirnya SpaceX, kapasitas peluncuran dari pangkalan tersebut akan meningkat drastis. Falcon 9 dan Falcon Heavy mampu membawa muatan yang jauh lebih berat dibandingkan roket-roket generasi sebelumnya yang pernah beroperasi dari SLC-6. Ini membuka peluang bagi pemerintah AS dan operator satelit komersial untuk menjadwalkan lebih banyak misi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada landasan di Cape Canaveral, Florida.

Ledakan Terkendali yang Jadi Simbol Transisi

Proses pembongkaran yang disaksikan langsung oleh personel Vandenberg itu menjadi momen simbolis. Struktur beton dan baja yang selama puluhan tahun menjadi saksi bisu ambisi antariksa Amerika runtuh dalam hitungan detik. Bagi Vandenberg, ini bukan sekadar peremajaan infrastruktur, melainkan pengakuan bahwa era roket sekali pakai dan pesawat ulang-alik telah benar-benar berakhir.

SpaceX sendiri belum merilis jadwal pasti kapan Falcon 9 atau Falcon Heavy pertama akan meluncur dari SLC-6 yang baru. Namun, proses modernisasi diperkirakan berlangsung cepat mengingat perusahaan tersebut sudah memiliki pengalaman mengoperasikan landasan serupa di Florida dan Texas.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: arstechnica.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top