TANGERANG — Ribuan kok dipukul melintasi net di GOR Kecamatan Cikupa, Jumat (19/6/2026). Bukan sekadar pertandingan, turnamen bulu tangkis yang digelar Polresta Tangerang ini menjadi medium untuk merajut kembali hubungan antara polisi dan warga.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyebut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni. Momentum ini ia nilai sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan pengabdian Polri kepada masyarakat.
Indra Waspada mengatakan, olahraga bulu tangkis mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan tugas kepolisian. Sportivitas, kerja keras, disiplin, konsistensi, dan semangat pantang menyerah menjadi fondasi yang sama-sama dibutuhkan, baik di lapangan maupun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Bulu tangkis bukan sekadar olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Lebih dari itu, bulu tangkis mengajarkan nilai-nilai sportivitas, kerja keras, disiplin, konsistensi, dan semangat pantang menyerah,” ujar Indra Waspada dalam sambutannya.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian dan dalam kehidupan bermasyarakat.
Turnamen ini tidak hanya diikuti oleh personel Polresta Tangerang. Berbagai instansi lintas sektor dan elemen masyarakat turut ambil bagian. Indra Waspada berharap, melalui ajang ini, hubungan yang lebih erat antara Polri dan masyarakat dapat terbangun.
“Sehingga terbangun pula sinergi untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.
Kegiatan olahraga semacam ini menjadi pola pendekatan yang kerap digunakan kepolisian di berbagai daerah untuk mencairkan suasana dan membangun kepercayaan publik. Di Tangerang, turnamen bulu tangkis menjadi salah satu rangkaian acara menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80.