BANTEN — Tujuh pemain lokal dan tiga legiun asing dipastikan tetap membela Singo Edan musim depan. Manajemen mengumumkan langkah ini sebagai sinyal bahwa Arema FC memilih menjaga stabilitas tim, bukan melakukan revolusi skuad besar-besaran.
Alfarizi, Dendi, Jayus: Tiga Pilar Loyalis yang Dipertahankan
Tiga nama senior menjadi simbol identitas klub: Alfarizi, Dendi Santoso, dan Jayus Hariono. Ketiganya adalah pemain asli Malang yang telah lama membela Arema FC dan masih dianggap memiliki peran vital.
Alfarizi tetap memimpin di lapangan dan ruang ganti. Dendi Santoso, yang dikenal sebagai one man club, masih dibutuhkan pengaruh dan pengalamannya. Sementara Jayus Hariono terus menjadi motor lini tengah berkat konsistensi dan etos kerja tinggi.
Regenerasi Berjalan: Tiga Jebolan Akademi Arema Dapat Kepercayaan
Arema FC juga memberi ruang bagi pemain muda. Bayu Setiawan, Dwiki Mardiyanto, dan Dimas Aryaguna—semua jebolan Akademi Arema—menunjukkan perkembangan positif musim lalu dan diyakini masih memiliki potensi besar.
Satu nama yang menarik perhatian adalah Achmad Maulana Syarif. Bek muda ini sempat menepi lama akibat cedera, padahal performanya sebelumnya sempat masuk radar Timnas Indonesia. "Achmad adalah aset penting bagi klub. Kami percaya dia bisa kembali lebih kuat," ujar Yusrinal.
Trio Asing: Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade Jadi Pilar
Di sektor pemain asing, Arema FC mempertahankan Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade. Ketiganya menjadi pilar penting sepanjang kompetisi 2025/2026, baik di lini tengah maupun pertahanan.
Julian dikenal sebagai gelandang dengan distribusi bola dan penguasaan permainan yang baik. Betinho tampil sebagai gelandang pekerja keras yang kuat dalam duel dan transisi bertahan. Sementara Matheus Blade menjadi salah satu pemain paling konsisten di jantung permainan Arema FC.
“Ketiganya memberikan kontribusi yang sangat baik untuk tim musim lalu. Mereka sudah memahami karakter Arema FC dan kompetisi di Indonesia,” tambah Yusrinal.
Fondasi Tim Lebih Penting dari Revolusi Skuad
Yusrinal menegaskan, keberadaan pemain yang telah memiliki chemistry dengan tim menjadi faktor utama dalam penyusunan skuad musim depan. “Kami ingin menjaga fondasi yang sudah terbentuk. Julian, Betinho, dan Matheus menunjukkan konsistensi, profesionalisme, serta komitmen yang baik,” katanya.
Fleksibilitas ketiga pemain asing juga menjadi nilai tambah. Dalam beberapa kesempatan, mereka dipercaya mengisi lini pertahanan saat tim mengalami krisis pemain akibat cedera atau akumulasi kartu.
Keputusan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Arema FC tidak akan melakukan perombakan besar-besaran pada bursa transfer musim panas mendatang. Fokus utama tetap pada menjaga kerangka tim yang sudah terbentuk dan memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk terus berkembang.