BANTEN — Head of Marketing & PR PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan pihaknya tidak berniat mengambil alih bekas dealer yang tutup. "Pada saat ini situasi yang ada di BYD, semuanya dibangun dari ground zero, 90 persenan lebih," ujarnya di Jakarta Pusat, belum lama ini. Langkah ini menjadi pembeda dengan strategi ekspansi pabrikan lain yang kerap memanfaatkan infrastruktur existing.
Penjualan Mobil Bensin Anjlok, Elektrifikasi Melesat
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan kontras yang tajam. Penjualan mobil listrik murni (BEV) melonjak dari hanya 125 unit pada 2020 menjadi 103.931 unit di sepanjang 2025. Pada periode Januari-Mei 2026, penjualan BEV mencapai 57.087 unit, naik 80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, segmen mobil konvensional berbahan bakar bensin (ICE) justru tertekan. Penjualan mobil non-LCGC tercatat 505.857 unit pada 2025, turun drastis dari puncaknya di 869.153 unit pada 2021. Penurunan juga terjadi di segmen LCGC yang hanya terjual 46.055 unit pada Januari-Mei 2026, minus 22,9 persen secara year-on-year.
Gaikindo: Penutupan Dealer Bukan Hanya karena Elektrifikasi
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, memberikan perspektif berbeda. Menurutnya, penutupan sejumlah outlet di Pulau Jawa adalah keputusan bisnis independen dari masing-masing pabrikan. "Kita dengar informasi itu, ini masalah bisnis. Detailnya saya nggak tahu, intinya mereka punya pilihan," kata Kukuh saat ditemui di kantor pusat Gaikindo, Kamis (16/4).
Kukuh menambahkan, di saat bersamaan banyak dealer baru justru dibuka di luar Pulau Jawa. Langkah ini sejalan dengan upaya mendistribusikan pasar yang sebelumnya terlalu Jawa-sentris. "Jumlah dealer di sini sudah memadai untuk melayani kustomer yang ada. Okupasi reach-nya itu masih 60-70 persen," jelasnya.
BYD Tak Ingin Industri Otomotif Drop, tapi Transisi Adalah Keniscayaan
Luther Panjaitan menekankan bahwa BYD tidak mengharapkan penurunan pasar pada pemain lama. Namun, ia mengakui lesunya pasar konvensional adalah dampak alami dari pergeseran global. "Kita juga tidak mau sebenarnya industrinya drop. Tapi kita harus tahu bersama, transisi elektrifikasi itu keniscayaan," tegas Luther.
Ia menambahkan, pelaku bisnis retail harus mulai melihat fenomena ini agar usahanya tetap berkelanjutan. "Sehingga bisa ada sustainability di bisnis retail," pungkasnya. Pernyataan ini keluar di tengah pengumuman penutupan sejumlah outlet, seperti Asco Daihatsu Bekasi yang akan menghentikan operasional per 1 Juni 2026, dan dealer Honda Prospect Motor di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Data Penjualan Mobil Hybrid dan PHEV Juga Tumbuh Positif
Selain mobil listrik murni, segmen hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan mobil hybrid melonjak dari 1.191 unit pada 2020 menjadi 65.943 unit pada 2025. Sementara PHEV, yang sempat stagnan di bawah 150 unit per tahun, tiba-tiba melesat ke 5.270 unit pada 2025. Data ini memperkuat argumen bahwa preferensi konsumen Indonesia mulai bergeser ke teknologi elektrifikasi.