BANTEN — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan alokasi tersebut dalam Rapat Kerja Penetapan RKA-K/L dan RKP Tahun 2027 bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/06/2026). Dari total pagu indikatif Kementerian ESDM sebesar Rp27,34 triliun, sekitar 82 persen atau Rp22,48 triliun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur energi dan program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Motor Listrik dan Kompor Listrik Jadi Andalan Transisi Energi 2027
Dalam postur anggaran 2027, program motor listrik bukan satu-satunya sektor yang mendapat suntikan dana besar. Pemerintah juga mengalokasikan Rp815,6 miliar untuk program kompor listrik serta Rp58,58 miliar untuk pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Menurut Bahlil, kombinasi ketiga program ini dirancang untuk memperkuat transisi energi nasional secara menyeluruh. Motor listrik diharapkan menjadi alternatif transportasi yang lebih efisien, sementara kompor listrik bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG.
Diversifikasi Energi: Tak Cuma Motor Listrik, Ada CNG Juga
"Program kompor listrik kita lakukan juga untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap LPG. Kita mencari sumber energi lain ke depan tidak hanya LPG saja termasuk pemanfaatan CNG," ujar Bahlil dalam rapat kerja tersebut.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan Kementerian ESDM tidak berhenti pada elektrifikasi kendaraan. Pemerintah tengah mendorong diversifikasi sumber energi untuk menekan risiko ketergantungan pada satu jenis bahan bakar fosil. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.
Anggaran 2027: Manfaat Langsung untuk Masyarakat Jadi Prioritas
Kementerian ESDM menegaskan bahwa arah kebijakan anggaran 2027 difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain motor listrik dan kompor listrik, anggaran juga diarahkan untuk pembangunan jaringan gas kota, listrik desa, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Dengan alokasi sebesar Rp635,2 miliar, pemerintah berharap program motor listrik dapat mempercepat pengurangan konsumsi BBM di sektor transportasi. Langkah ini dinilai krusial dalam mendukung target ketahanan energi nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap energi yang lebih bersih dan efisien.