TANGERANG — Angka anak putus sekolah di Cisauk masih menjadi pekerjaan rumah yang berat. Penilik Pendidikan Nonformal Kecamatan Cisauk, Masum, mengungkapkan bahwa dari total 944 anak yang belum mengenyam pendidikan, sebanyak 216 anak berada di Desa Suradita, 192 anak di Cisauk, 175 anak di Dangdang, 152 anak di Mekarwangi, 131 anak di Cibogo, dan 78 anak di Sampora.
Data ini menjadi latar belakang digelarnya acara kelulusan yang dihadiri langsung oleh Camat Cisauk Hendarto, jajaran pemerintah desa, serta tokoh masyarakat. Camat Hendarto memberikan apresiasi kepada PKBM Insan Mandiri yang dinilainya memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Ketua KPP, Gagah Tri Saputra, menegaskan bahwa program pendidikan gratis ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, angka 944 anak yang tidak bersekolah bukanlah sekadar statistik, melainkan persoalan masa depan yang harus menjadi perhatian bersama.
"Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen komunitas pemuda dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Gagah dalam sambutannya.
KPP sendiri merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Gagah ingin komunitasnya dikenal lewat kontribusi nyata, bukan sekadar nama.
Ketua Yayasan Arpan Muhabbin Cisauk yang juga perwakilan PKBM Insan Mandiri, Ahmad Fikri Sugandi, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para peserta didik. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
"Fasilitas yang kami bangun di PKBM diperuntukkan sepenuhnya bagi kepentingan masyarakat dan generasi mendatang. Kami berharap dukungan terhadap pembangunan sarana pendidikan terus ditingkatkan," kata Ahmad.
Dukungan juga datang dari pendamping hukum paralegal Tim Hukum Muslim, Syam Kelana Aas. Ia menilai pendidikan adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan memiliki daya saing. Menurutnya, program pendidikan gratis yang sudah berjalan baik ini perlu terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak warga.
Camat Cisauk Hendarto berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan masyarakat sesuai kewenangan pemerintah. Ia menilai investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
Kelulusan peserta Program Paket A, Paket B, dan Paket C ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara PKBM Insan Mandiri dan KPP School merupakan gerakan sosial yang berkelanjutan. Melalui pendidikan gratis dan program pemberdayaan, kedua lembaga berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan belajar serta meningkatkan kualitas hidup mereka.