Ferrari Luce EV Ludes Terjual di China Meski Menuai Kontroversi, 88 Unit Langsung Habis

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 29 Juni 2026 | 17:10:31 WIB
Ferrari Luce EV terjual habis 88 unit di China meski menuai kontroversi.

BANTEN — Ferrari memperkenalkan Luce EV pada Mei lalu sebagai sedan produksi massal pertama dalam sejarah pabrikan asal Maranello tersebut. Mobil ini juga menjadi karya perdana Jony Ive, mantan kepala desain Apple, yang langsung mendapat sorotan tajam dari warganet global. Kritik bertubi-tubi soal tampilan yang dianggap terlalu polos, kepraktisan yang berlebihan, dan keputusan beralih ke tenaga listrik disebut-sebut menjadi penyebab saham Ferrari anjlok lebih dari 6 persen dalam sehari.

Dampak dari gelombang kritik itu cukup besar. Ferrari akhirnya memecat Enrico Galliera, kepala pemasaran dan komersial yang sudah menjabat lama, hanya beberapa pekan setelah debut kontroversial tersebut. Posisinya digantikan oleh Massimiliano Di Silvestre, mantan bos BMW Italia.

Fenomena Pasar China: Kritik Keras Tak Pengaruhi Pembeli

Namun, respons negatif dari dunia maya sepertinya tidak berlaku di China. Melansir CarNewsChina, seluruh jatah 88 unit Ferrari Luce EV untuk pasar tersebut habis dipesan dalam waktu singkat. Angka ini mendukung pernyataan CEO Ferrari Benedetto Vigna yang sebelumnya mengklaim bahwa pesanan untuk Luce terus mengalir meskipun terjadi penolakan di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara suara keras pengkritik di internet dengan mereka yang benar-benar mampu membeli mobil seharga nyaris Rp 64 miliar. Seperti diutarakan oleh komentator PurpleGuitar, diagram Venn antara pembenci di dunia maya dan pembeli sungguhan adalah dua lingkaran yang sepenuhnya terpisah.

Isu Paksaan Dealer: Syarat Dapatkan Model Eksklusif?

Di balik kabar positif tersebut, beredar laporan bahwa para dealer Ferrari di China diduga memaksa pelanggan untuk membeli Luce EV sebagai tiket masuk ke model-model yang lebih eksklusif dan mahal. Isu ini sempat mencuat hingga pemberitaan Bloomberg sebelum dibantah keras oleh Galliera dalam sebuah wawancara sebelum ia dipecat.

"Tidak, saya marah karena kami tidak menghormati apa yang tertulis dalam artikel itu, dan itu sepenuhnya tidak benar," ujar Galliera kepada The Drive. Ia menegaskan bahwa sejak awal Ferrari sudah menjelaskan kepada klien bahwa mobil ini dirancang untuk target audiens yang berbeda. Pertanyaan besarnya kini: apakah 88 pembeli Luce di China akan mendapat jalur prioritas untuk membeli hypercar Ferrari berikutnya? Jawabannya akan terlihat dalam waktu dekat.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top