BANTEN — Jerman lolos ke fase gugur sebagai juara Grup [nama grup] setelah mengumpulkan enam poin. Namun, langkah mereka tercoreng kekalahan 1-2 dari Ekuador di laga pamungkas fase grup. Kekalahan itu membuat Nagelsmann langsung membunyikan alarm.
Paraguay melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik. Meski di atas kertas Jerman lebih diunggulkan, Nagelsmann menolak meremehkan La Albirroja.
"Mereka adalah tim yang bertahan dengan sangat baik. Mereka bermain sangat rapat dan berusaha merebut bola secepat mungkin," ujar Nagelsmann dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Pelatih berusia 37 tahun itu menambahkan, Paraguay memiliki banyak pemain berkualitas dan kuat secara fisik. "Kami membutuhkan penampilan yang sempurna untuk bisa mengalahkan mereka," tegasnya.
Jerman hanya punya waktu sekitar tiga hari untuk bersiap setelah laga kontra Ekuador pada Jumat lalu. Namun, Nagelsmann justru menyambut positif jadwal mepet tersebut.
"Saya selalu berpikir bahwa setelah mengalami kekalahan, akan lebih baik jika pertandingan berikutnya datang secepat mungkin," tuturnya. Ia mengaku timnya sudah tidak sabar untuk membuktikan kemampuan di atas lapangan.
Nagelsmann yakin waktu yang ada cukup untuk mempersiapkan tim. "Kami memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, dan saya berharap persiapan itu berjalan dengan baik," pungkasnya.
Kekalahan dari Ekuador membuat Jerman kehilangan momentum. Jika kembali tampil inkonsisten, Paraguay bisa mengeksploitasi celah di lini belakang Die Mannschaft.
Pertandingan ini menjadi ujian pertama Nagelsmann di fase gugur. Ia harus membuktikan bahwa timnya mampu bangkit dari kekalahan dan tampil disiplin penuh selama 90 menit.